Kemenperin Perkuat Ketahanan Industri untuk Antisipasi Konflik Global

Minggu, 08 Mar 2026, 14:35 WIB

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan pemerintah mengantisipasi dampak eskalasi konflik perang antara Iran dengan Israel-Amerika Serikat. Ketegangan geopolitik tersebut, menurutnya, berpotensi mengganggu jalur logistik internasional dan rantai pasok bahan baku manufaktur nasional.

Agus mengatakan, kawasan Timur Tengah merupakan pusat energi dunia sekaligus jalur logistik global yang sangat vital. Kenaikan harga energi, lanjutnya, dapat memengaruhi efisiensi produksi industri manufaktur pada pasar domestik maupun pasar ekspor.

Ket. Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perindustrian

“Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat energi dunia dan jalur logistik global yang sangat penting. Setiap eskalasi konflik tentu berpotensi memengaruhi harga energi, kelancaran rantai pasok bahan baku industri, serta biaya logistik,” ujar Agus dalam siaran persnya dikutip, Minggu (8/3).

Distribusi energi dunia terancam terganggu karena blokade di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama perdagangan minyak mentah secara global. Gejolak harga minyak mentah internasional diprediksi akan meningkatkan komponen biaya produksi utama pada berbagai sektor industri.

Agus menjelaskan sektor petrokimia dan logam dasar sangat sensitif terhadap perubahan harga energi di tingkat dunia. Pemerintah terus mencermati kenaikan biaya pengadaan bahan baku impor akibat ketidakpastian situasi keamanan di kawasan tersebut.

“Jika harga energi global meningkat dalam jangka waktu yang panjang, maka biaya produksi industri manufaktur juga berpotensi naik. Hal ini tentu dapat memengaruhi efisiensi produksi serta daya saing produk industri di pasar domestik maupun ekspor,” kata Agus.

Menurut dia, stabilitas ekonomi global yang terganggu dapat memicu fluktuasi permintaan barang ekspor dari negara-negara tujuan utama Indonesia. Pihaknya sendiri fokus memperkuat industri hulu nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan global yang rentan gejolak.

Agus menekankan pentingnya peningkatan penggunaan produk dalam negeri guna menjaga ketahanan struktur industri manufaktur nasional. Strategi diversifikasi pasar ekspor juga terus dilakukan untuk memitigasi risiko volatilitas pasar internasional saat ini.

“Perkembangan situasi geopolitik global tentu perlu kita antisipasi bersama. Kinerja ekspor industri manufaktur Indonesia selama ini sangat dipengaruhi,” ucap Agus.

Transformasi menuju industri hijau menjadi langkah prioritas pemerintah untuk mengurangi penggunaan energi fosil secara bertahap. Efisiensi energi di sektor manufaktur diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di tengah tantangan global.

Agus menyebut, penguatan industri nasional sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. Industri pupuk serta alat mesin pertanian memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi serta ketahanan energi.

“Program ketahanan pangan dan ketahanan energi yang menjadi prioritas Presiden Prabowo merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Industri manufaktur memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut,” ujar Agus.

Agus memastikan, pemerintah terus berkoordinasi dengan para pelaku usaha serta asosiasi industri guna memastikan target pertumbuhan tetap tercapai. Kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri menjadi instrumen utama dalam memperkuat rantai pasok industri domestik saat ini.

Agus optimistis struktur industri manufaktur Indonesia memiliki daya tahan yang cukup kuat menghadapi dinamika global. Sektor manufaktur tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional meskipun menghadapi berbagai ketidakpastian situasi geopolitik.

“Kami optimistis penguatan struktur industri nasional dan dukungan terhadap program ketahanan pangan serta energi akan mendorong pertumbuhan industri. Sektor industri manufaktur Indonesia juga diyakini tetap berdaya saing meskipun menghadapi berbagai tantangan global,” kata Agus. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.