Pelayanan Puskesmas di Polewali Mandar Ditingkatkan Dinkes Sulbar

Sabtu, 07 Mar 2026, 13:38 WIB

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat memaksimalkan  pelayanan empat puskesmas di kawasan terpencil di Kabupaten Polewali Mandar dengan melakukan sejumlah penilaian.

"Langkah ini untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat dan meningkatkan pemerataan pembangunan, khususnya di sektor kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim di Mamuju, Sabtu.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim. — Sumber: Antara Foto

Empat puskesmas yang diusulkan untuk mendapatkan status kawasan terpencil, yakni Puskesmas Tutallu, Puskesmas Tutar, Puskesmas Bulo dan Puskesmas Matangnga Kabupaten Polewali Mandar. 

Usulan tersebut diajukan sebagai upaya pemerintah daerah agar puskesmas di wilayah dengan keterbatasan akses, dapat memperoleh dukungan kebijakan dan pembiayaan, termasuk menjadi pertimbangan bagi BPJS Kesehatan dalam mendukung skema kapitasi untuk puskesmas kawasan terpencil tahun 2026.  

"Penguatan pelayanan kesehatan primer di wilayah terpencil menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Sulbar yang lebih sehat dan sejahtera," jelas Nursyamsi.

Nursyamsi menyampaikan bahwa kegiatan penilaian itu merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa puskesmas yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan perhatian dalam penguatan pelayanan kesehatan dasar.

Penilaian itu, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan bahwa puskesmas yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses geografis dapat teridentifikasi secara objektif sebagai kawasan terpencil. 

"Dengan penetapan tersebut, diharapkan dukungan pembiayaan dan penguatan layanan kesehatan primer dapat lebih optimal sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," ujar Nursyamsi.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dr Anita MARS menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sulbar yang telah menurunkan tim untuk melakukan penilaian lapangan terhadap puskesmas yang diusulkan.

Ia berharap melalui proses penilaian itu, puskesmas yang berada di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang dapat ditetapkan sebagai Puskesmas Kawasan Terpencil sehingga mendapatkan dukungan kebijakan dan pembiayaan yang lebih memadai. 

"Hal ini sangat penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut," kata Anita.

Sedangkan Ahnad, salah seorang anggota tim penilai dari Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar yang turun langsung melakukan verifikasi lapangan menyampaikan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai indikator yang telah ditetapkan.

Penilaian itu kata dia, tidak hanya melihat kondisi fasilitas puskesmas, tetapi juga mempertimbangkan aksesibilitas wilayah, jarak tempuh masyarakat, kondisi geografis serta ketersediaan sumber daya kesehatan. 

"Hal ini penting untuk memastikan bahwa penetapan status kawasan terpencil benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan, hasil penilaian lapangan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam memperkuat dukungan terhadap puskesmas di wilayah terpencil, sehingga pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat dapat semakin ditingkatkan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan upaya pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil Kabupaten Polewali Mandar dapat semakin diperkuat, sehingga masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas." 

  • Dinkes Sulawesi Barat

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.