MBG Ditegaskan Tak Ganggu Anggaran Pendidikan 2026

Jumat, 06 Mar 2026, 01:00 WIB

Jakarta - Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan. Penegasan ini disampaikan untuk merespons narasi yang beredar di publik bahwa program tersebut menyedot dana besar dari APBN, termasuk dari sektor pendidikan dan kesehatan.

Seperti dikutip dari Antara, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria di Jakarta, Kamis (5/3), menjelaskan bahwa anggaran pendidikan pada 2026 mencapai 769,8 triliun rupiah. Di dalamnya terdapat komponen alokasi sebesar 223,5 triliun rupiah untuk Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengelola Program MBG.

Ket. Foto: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) — Sumber: antara

“Gizi itu fondasi dari belajar. Jadi, MBG ini bukan mengurangi pendidikan, melainkan justru memastikan anggaran pendidikan yang besar tidak menjadi sia-sia karena siswa siap untuk belajar,” kata Hariqo.

Ia menegaskan bahwa MBG merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan karena gizi menjadi fondasi penting dalam proses belajar siswa. Selain itu, berbagai program pendidikan lainnya tidak mengalami pengurangan anggaran, bahkan beberapa di antaranya justru meningkat, seperti tunjangan guru dan bantuan pendidikan.

“Dokumen yang disebarkan itu menunjukkan klasifikasi fungsi anggaran atau komponen anggaran pendidikan, bukan pemotongan anggaran pendidikan. Jadi yang keliru bukan APBN-nya, tetapi cara membacanya. MBG dan pendidikan adalah sebuah kesatuan, dan anggaran pendidikan tahun 2026 telah disepakati bersama oleh pemerintah dan DPR,” ujarnya.

Hariqo menjelaskan bahwa Program MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Data pemerintah menunjukkan 96 persen masyarakat Indonesia masih kurang mengonsumsi sayur dan buah, 66 persen anak memiliki pola makan buruk, serta 65 persen anak tidak sarapan sebelum berangkat sekolah.

“Selain itu, 32 persen remaja putri mengalami anemia dan 21 persen balita mengalami stunting,” katanya.

Ia menambahkan, melalui MBG pemerintah ingin membangun budaya baru berupa kebiasaan makan sehat serta meningkatkan kesadaran gizi sejak usia sekolah.

“Indonesia Emas 2045 itu sederhana, anak-anak kita memiliki pendapatan tinggi, badannya sehat, otaknya cerdas, akhlaknya baik, dan mampu bersaing dengan bangsa lain. Melalui MBG akan terbangun budaya makan bergizi. Jika anak-anak yang sebelumnya tidak suka sayur dan buah melihat teman-temannya makan bersama, kebiasaan makan bergizi itu akan terbentuk secara otomatis,” ujar Hariqo.

  • Makan Bergizi Gratis (MBG)

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.