Indonesia Jadi Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan

Kamis, 28 Mei 2026, 06:25 WIB

BEIJING - Indonesia menjadi salah satu Wakil Ketua dalam Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development atau GPPAD) yang digagas China.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menyampaikan sudut pandang pemikiran Indonesia mengenai pemberantasan kemiskinan dan kami juga mempunyai keresahan yang sama untuk memperkuat pembangunan inklusif bersama-sama dengan China dan negara lainnya," kata Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria di Beijing, Rabu (27/6).

Ket. Foto: Rapat pertama Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan yang digagas pemerintah China. — Sumber: antara foto

Riza Patria menyampaikan hal tersebut saat menghadiri rapat pertama Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan yang digagas pemerintah China.

Indonesia menjadi wakil ketua forum tersebut bersama dengan Pantai Gading, Brazil, Pakistan, Afrika Selatan dan Uzbekistan. Sedangkan ketua forum adalah China yang diwakili Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Zhang Lu.

"Indonesia meyakini bahwa pembangunan juga harus dimulai dari desa karena desa adalah pusat produksi pangan, ekonomi, lokal, dan keuangan jutaan masyarakat. Karena itu pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, layanan dasar, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di desa," katanya.

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Riza menyebut Indonesia terus memperkuat pembangunan desa dan ekonomi masyarakat dengan membentuk 83 ribu koperasi desa, melakukan pembangunan 5 ribu kampung nelayan merah putih, program pemeriksaan kesehatan gratis hingga makan bergizi gratis bagi 60 juta siswa untuk meningkatkan kualitas gizi.

"Melalui forum ini, Indonesia menyambut baik setiap kerja sama dan akan berkontribusi aktif dalam inisiatif yang terkandung. Bersama kita bekerja sama, bersolidaritas, melakukan pembangunan yang berpusat kepada masyarakat," ujarnya.

Riza menyebut Indonesia punya pengalaman dalam melakukan upaya pemberantasan kemiskinan, namun ingin belajar dari negara-negara lain, termasuk China dalam upaya pengentasan kemiskinan.

"Tidak hanya soal program, tapi juga bagaimana hal prosedural, sistem administrasi dan juga implementasi di lapangan yang bisa kita pelajari jadi bisa bekerja sama dengan dengan pengalaman panjang China," tuturnya.

Dalam sesi pleno, Wakil Perdana Menteri China Liu Guozhong meminta bagi semua pihak untuk mengumpulkan konsensus dan mempercepat pengentasan kemiskinan global.

"China akan secara aktif mendukung GPPAD dalam memainkan perannya untuk memperkuat dialog kebijakan, demonstrasi teknis, dan pelatihan bakat, serta melaksanakan sejumlah proyek kerja sama 'kecil tapi berdampak' untuk membantu negara-negara berkembang meningkatkan kapasitas pengentasan kemiskinan mereka," kata Liu.

Disebutkannya, pada 2025 masih ada sekitar 800 juta orang di dunia yang hidup di bawah garis kemiskinan internasional, dengan tingkat kemiskinan sekitar 9,9 persen.

Sehingga dengan diprakarsai China bersama 53 negara lainnya, dan sembilan organisasi internasional, GPPAD menandai tonggak sejarah dalam upaya pengentasan kemiskinan global.

GPPAD akan mempromosikan pertukaran pengalaman dalam pengentasan kemiskinan dan tata kelola, serta bersama-sama mengeksplorasi jalan untuk membasmi kemiskinan secara akar, menurut pengumuman tersebut.

Kemitraan ini menyambut partisipasi pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, akademisi, dan lembaga media, untuk bersama-sama membina lingkungan pembangunan yang adil, inklusif, tidak diskriminatif dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

  • Indonesia
  • Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.