KEK Sei Mangke Dongkrak Investasi, Sumut Percaya Diri Capai Rp100 Triliun

Kamis, 05 Mar 2026, 04:45 WIB

Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan realisasi investasi sebesar Rp100 triliun di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus meningkat.

"Kita optimis mencapai target realisasi investasi Rp100 triliun. Berbagai upaya, dan strategi akan kita lakukan," ucap Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumut Damar Wulan di Medan, Rabu.

Ket. Foto: Temu pers Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (4/3). — Sumber: Antara

Dia menjelaskan target realisasi nilai investasi tersebut dipasang sebagai kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada 2029.

Hal ini didasari terhadap nilai realisasi investasi di Sumatera Utara yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

"Perkembangan realisasi investasi, kita dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Begitu juga penyerapan tenaga kerja," katanya.

Dalam tiga tahun terakhir ini, kata dia, realisasi nilai investasi di Sumatera Utara terus mengalami peningkatan setiap tahun.

Pada 2023, realisasi nilai investasi mencapai Rp39 triliun lebih dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 76.230 orang di wilayah Sumut.

Pada 2024, angka itu meningkat menjadi Rp48,2 triliun lebih dengan penyerapan 46.232 tenaga kerja, dan tahun lalu realisasi investasi naik menjadi Rp58,5 triliun lebih dengan penyerapan 60.133 tenaga kerja.

"Tahun 2025, realisasi kita mencapai Rp58,5 triliun melebihi target dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yakni Rp53,67 triliun," kata dia.

Daerah penyumbang realisasi investasi terbesar di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Simalungun atas keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke.

Selanjutnya disusul Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat.

Sektor dominan penyumbang investasi pada 2025, yakni industri kimia dan farmasi, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, industri makanan, listrik, gas dan air, industri jasa dan lainnya.

"Kalau negara realisasi investasi terbesar di Sumut, saat ini Singapura mendominasi sekitar 61 persen. Disusul Belanda, Malaysia, Inggris dan Tiongkok," kata Damar.

Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat realisasi investasi KEK secara kumulatif mencapai Rp335 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 248.459 orang selama periode 2012-2025.

“Sepanjang 2025, berdasarkan data sementara, realisasi investasi di 25 Kawasan Ekonomi Khusus mencapai Rp82,5 triliun atau 98 persen dari target. Bahkan, hanya dalam triwulan IV 2025, investasi yang masuk bertambah sebesar Rp21 triliun. Hal ini menunjukkan kinerja KEK yang solid dan konsisten,” ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/2).

Kontribusi KEK terhadap perekonomian nasional juga tercermin dari kinerja ekspor. Pada 2025, nilai realisasi ekspor dari KEK mencapai Rp43,95 triliun, meningkat Rp21,93 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekspor tersebut berasal dari sektor-sektor bernilai tambah tinggi, antara lain Smelter Grade Alumina dari KEK Galang Batang, oleochemical dari KEK Sei Mangkei, anoda dari KEK Kendal, serta produk olahan tembaga dari KEK Gresik.

"Capaian itu mencerminkan penguatan hilirisasi industri nasional," ucap Edwin.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.