PBB Desak Diakhirinya Perang

Rabu, 04 Mar 2026, 02:50 WIB

JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (3/3) mendesak semua pihak untuk sadar dan mengakhiri perang di Timur Tengah, karena ketakutan dan kepanikan menyebar di seluruh wilayah dan sekitarnya.

Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, mengatakan bahwa ia sangat terkejut dengan bagaimana konflik tersebut memengaruhi warga sipil.

Ket. Foto: Sejumlah anak bermain dekat puing misil Iran yang disergap Israel dan jatuh di Kota Ghadir al-Bustan, Suriah, dekat Dataran Tinggi Golan, pada Sabtu (28/2) lalu. Pada Selasa (3/3) PBB menyerukan semua pihak untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. — Sumber: AFP/BAKR ALKASEM

"Ketakutan, kepanikan, dan kecemasan yang dialami oleh jutaan orang di Timur Tengah dan sekitarnya sangat terasa dan sebenarnya dapat dihindari sepenuhnya," kata juru bicara Turk, Ravina Shamdasani, dalam konferensi pers di Jenewa.

"Situasinya semakin memburuk dan meluas dari jam ke jam, mewujudkan ketakutan terburuk kita," imbuh dia

Turk sangat terkejut dengan dampak permusuhan yang meluas terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil sejak konflik meletus pada Sabtu (28/2) lalu dengan serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, tanggapan Iran terhadap negara-negara di seluruh kawasan, serta masuknya Hizbullah ke dalam konflik tersebut, kata dia.

Turk pun menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, mencegah eskalasi lebih lanjut, dan mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur penting.

"Kembali ke meja perundingan adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri pembunuhan, kehancuran, dan keputusasaan," kata Shamdasani. “Turk memohon kepada semua pihak untuk sadar dan mengakhiri kekerasan ini," tegas dia.

Sementara itu Tiongkok menyerukan kepada semua pihak dalam perang di Timur Tengah untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk minyak dan gas, dan berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk menjamin keamanan energinya.

Menurut AFP, hampir seperempat pasokan minyak dunia serta sejumlah besar kargo yang diangkut melalui laut, melewati selat ini, dan Tiongkok adalah pembeli utama minyak Iran, yang sebagian besar melewati selat tersebut.

Garda Revolusi Iran menyatakan jalur tersebut ditutup pada Sabtu lalu, yang mendorong beberapa kelompok pelayaran internasional untuk menghentikan lalu lintas melalui jalur air tersebut.

"Tiongkok mendesak semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer, menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut, menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, dan mencegah dampak yang lebih besar terhadap ekonomi global," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin pada Selasa.

"Keamanan energi sangat penting bagi perekonomian global. Tiongkok akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan energinya," ucap dia.

Kerahkan Jet Tempur

Sementara itu Prancis dilaporkan  telah mengerahkan jet tempur Rafale di atas Uni Emirat Arab (UEA) untuk melindungi pangkalan angkatan laut dan udaranya dari serangan Iran, kata Menteri Luar Negeri Jean-Noël Barrot pada Selasa.

Langkah ini diambil setelah pada Minggu (1/3) sebuah hanggar di pangkalan Prancis di UEA dihantam oleh drone.

Prancis diketahui memiliki ratusan personel angkatan laut, angkatan udara, dan angkatan darat yang berbasis di Uni Emirat Arab. Pesawat Rafale mereka ditempatkan di pangkalan Dhafra dekat Abu Dhabi.

"Pesawat Rafale dan pilot-pilotnya dimobilisasi untuk memastikan keamanan fasilitas kami," kata Menhan Barrot kepada stasiun televisi BFMTV menanggapi pertanyaan tentang tindakan Prancis di UEA selama akhir pekan untuk menetralisir serangan drone Iran.

Sebelumnya pada Senin (2/3) Menhan Barrot menegaskan bahwa Prancis siap membela negara-negara Teluk dan Yordania dari kemungkinan serangan Iran jika diperlukan.

"Kepada negara-negara sekutu yang telah sengaja menjadi sasaran misil dan drone Iran dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih, Prancis menyampaikan dukungan penuh dan solidaritas sepenuhnya. Prancis siap untuk ikut serta dalam pembelaan mereka," tegas dia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.