• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Teknologi FLACS dan Lensa...

Teknologi FLACS dan Lensa Tanam Premium untuk Tingkatkan Kualitas Penglihatan Pasien Katarak

Rabu, 20 Mei 2026, 19:07 WIB

JAKARTA – Penglihatan yang jernih dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melihat, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas hidup, kemandirian, produktivitas, hingga rasa percaya diri seseorang.

Ketika penglihatan mulai buram, warna terlihat memudar, cahaya terasa menyilaukan, atau aktivitas seperti berkendara malam hari menjadi lebih sulit, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab paling umum dari gangguan tersebut adalah katarak, yakni kekeruhan pada lensa alami mata yang umumnya terjadi akibat pertambahan usia.

Ket. Foto: Nina Asrini Noor, Dokter Spesialis Mata sekaligus Head of Research and Medical Training Division JEC Group. JEC menghadirkan teknologi FLACS dan berbagai pilihan lensa tanam premium untuk penanganan katarak yang lebih presisi, personal, dan mendukung kualitas hidup pasien pascaoperasi. — Sumber: JEC

Dalam ajang Smart Business Lunch 2026, Nina Asrini Noor, Dokter Spesialis Mata sekaligus Head of Research and Medical Training Division JEC Group, memaparkan perkembangan teknologi penanganan katarak modern melalui metode Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).

Menurutnya, operasi katarak kini tidak lagi dipahami sekadar mengganti lensa mata yang keruh, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari perencanaan kualitas penglihatan yang lebih menyeluruh. Pendekatan tersebut mencakup pemeriksaan kondisi mata, pemilihan teknologi bedah, hingga penentuan lensa tanam atau intraocular lens (IOL) yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

“Dalam satu dekade terakhir, kemajuan teknologi medis terus membuka jalan baru bagi kualitas hidup yang lebih baik, termasuk bagi mereka yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Dulu, operasi katarak sering dipahami sebatas mengangkat lensa yang keruh,” ujar Dr. Nina Asrini Noor, melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (20/5).

“Kini, dengan teknologi modern seperti FLACS dan pilihan lensa tanam yang semakin beragam, pasien tidak hanya dibantu untuk melihat kembali, tetapi juga untuk mendapatkan kualitas penglihatan yang lebih sesuai dengan aktivitas dan gaya hidupnya,” ujar tambahnya.

FLACS sendiri merupakan teknologi bedah katarak yang menggunakan laser femtosecond dengan bantuan sistem pencitraan optik dan panduan komputer. Teknologi ini membantu sejumlah tahapan penting dalam operasi katarak, mulai dari pembuatan sayatan kornea, pembukaan kapsul lensa, hingga pemecahan lensa yang keruh sebelum digantikan dengan lensa tanam.

Menurut Dr. Nina, tingkat presisi menjadi salah satu nilai utama dalam penggunaan FLACS, terutama ketika operasi katarak tidak hanya bertujuan menghilangkan kekeruhan lensa, tetapi juga mengoptimalkan kualitas penglihatan pascaoperasi.

“Dengan perencanaan yang lebih terukur, dokter dapat menyesuaikan tindakan dengan kondisi mata pasien, termasuk anatomi mata, tingkat katarak, kebutuhan penglihatan, serta pilihan lensa tanam yang akan digunakan. Namun, teknologi hanyalah satu bagian dari keseluruhan pengalaman pasien. Hal yang tidak kalah penting adalah pemilihan lensa tanam atau intraocular lens/IOL yang tepat,” lanjutnya.

Dalam prosedur operasi katarak, lensa alami mata yang keruh akan diangkat dan digantikan dengan lensa buatan kecil yang disebut intraocular lens (IOL). Seiring perkembangan teknologi medis, pilihan IOL kini semakin beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari pasien.

Di JEC Eye Hospitals and Clinics, tersedia sejumlah pilihan lensa tanam premium yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan visual yang berbeda-beda. Pilihan pertama adalah lensa tanam monofokal yang dirancang untuk membantu penglihatan pada satu titik fokus tertentu, umumnya untuk jarak jauh.

Pasien biasanya masih membutuhkan kacamata untuk aktivitas jarak dekat seperti membaca. Jenis ini juga tersedia dalam variasi aspheric dan monofokal plus yang dapat membantu penglihatan jarak menengah, termasuk saat bekerja di depan komputer.

Pilihan berikutnya adalah lensa multifokal yang dirancang untuk membantu penglihatan pada beberapa jarak sekaligus, yakni jauh, menengah, dan dekat. Lensa ini cocok bagi pasien aktif yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap kacamata dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Selain itu terdapat lensa Extended Depth of Focus (EDOF) yang dirancang untuk memperluas rentang fokus penglihatan, terutama dari jarak jauh hingga menengah. Lensa ini dinilai dapat memberikan transisi penglihatan yang lebih natural, terutama untuk aktivitas modern seperti bekerja menggunakan layar digital atau berkendara.

Bagi pasien yang memiliki astigmatisme atau mata silinder, tersedia pula lensa toric yang dapat membantu mengoreksi silinder bersamaan dengan operasi katarak. Koreksi toric dapat dikombinasikan dengan jenis lensa monofokal, EDOF, maupun multifokal.

Pemilihan lensa tanam dinilai menjadi bagian penting dalam operasi katarak karena kebutuhan penglihatan setiap pasien berbeda. Pasien dengan aktivitas membaca, bekerja di depan komputer, atau penggunaan gawai intensif tentu memiliki kebutuhan visual yang berbeda dengan mereka yang lebih banyak berkendara atau beraktivitas di luar ruangan.

Karena itu, konsultasi menyeluruh dengan dokter mata sebelum operasi menjadi langkah penting untuk menentukan teknologi dan jenis lensa tanam yang paling sesuai dengan kondisi serta gaya hidup pasien.

Saat ini, JEC Eye Hospitals and Clinics memiliki 16 cabang yang tersebar di Jabodetabek dan berbagai wilayah Indonesia. JEC juga baru meraih penghargaan internasional dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026 melalui kategori Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia.

Selain itu, JEC Group tengah membangun JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Fasilitas tersebut mengusung konsep “Blue Hospital”, yakni rumah sakit dengan desain yang mendukung proses penyembuhan, penggunaan teknologi medis modern, serta sistem bangunan yang efisien dan berkelanjutan.

Selama lebih dari 42 tahun, JEC tercatat telah menangani lebih dari 200 ribu operasi katarak. Saat ini layanan katarak JEC mencakup berbagai pilihan tindakan, mulai dari phacoemulsification hingga FLACS, sebagai bagian dari upaya menghadirkan penanganan katarak yang lebih presisi, aman, personal, dan berorientasi pada kualitas penglihatan pasien setelah operasi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.