Mentan Pasang Deadline: Proyek Hilirisasi Ayam Rampung 18 Bulan

Rabu, 04 Mar 2026, 04:30 WIB

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memasang target cukup ambisius. Pembangunan hilirisasi ayam terintegrasi yang kini sedang dikebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 1,5 tahun.

Konsepnya bukan sekadar beternak lalu menjual ayam mentah, tapi membangun rantai produksi dari hulu sampai hilir—mulai dari pakan, pembibitan, pengolahan, hingga produk jadi bernilai tambah. Dengan sistem yang terintegrasi, produksi diharapkan lebih efisien, kualitas terjaga, dan pasokan protein hewani untuk masyarakat makin kuat.

Ket. Foto: Peternak memeriksa suhu kandang ayam broiler berusia 11 hari di Dzeta Farm, Desa Margaluyu, Tasikmalaya, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA FOTO/ Adeng Bustomi

Tak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, proyek ini juga dibidik sebagai pintu memperbesar ekspor produk unggas Indonesia. Jadi, selain memperkuat swasembada protein, sektor perunggasan juga didorong naik kelas agar lebih kompetitif di pasar global.

"Kita sudah groundbreaking. Kita bangun mulai ini tahun. Mudah-mudahan maksimal dua tahun sudah selesai. Kalau bisa satu tahun setengah," kata Amran ditemui usai kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya sebanyak 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut Mentan, sektor ayam dan telur nasional saat ini telah mencapai swasembada, bahkan mencatatkan ekspor, sehingga penguatan hilirisasi menjadi langkah strategis memperbesar nilai tambah.

Model yang dibangun berupa ekosistem terintegrasi mulai dari pabrik pakan, pembibitan ayam (day old chicken/DOC), hingga pengolahan produk akhir agar rantai produksi lebih efisien dan berdaya saing global.

Melalui hilirisasi terintegrasi, pemerintah berharap Indonesia memperkuat posisi sebagai lumbung protein dunia berbasis unggas sekaligus mendorong peningkatan ekspor berkelanjutan.

"Kita kan sepakat bagaimana menjadi lumbung pangan dunia. Karbohidrat dan protein. Sekarang protein ini khususnya dari unggas sudah swasembada dan ekspor," tutur Amran.

Hilirisasi ayam secara terintegrasi dimulai di enam daerah guna memperkuat swasembada protein nasional, meningkatkan nilai tambah, serta menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah strategis itu telah ditandai dengan Groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I di enam titik oleh Danantara yang dipusatkan di Malang, Jawa Timur.

Pada tahap awal, pengembangan dilakukan di enam lokasi, yaitu Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo (Gorontalo Utara), Kalimantan Timur (Paser), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa), dan Lampung (Lampung Selatan), sebagai bagian dari rencana pengembangan nasional di 30 titik.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan program hilirisasi itu diinisiasi Mentan Amran sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan ketersediaan pasokan daging ayam dan telur yang aman, berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat.

"Seiring meningkatnya kebutuhan nasional, khususnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujarnya.

Kebutuhan tambahan untuk mendukung MBG diperkirakan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun. Hilirisasi ayam merupakan pembangunan ekosistem perunggasan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ekosistem yang dibangun mencakup penguatan pembibitan ayam dari hulu mulai grand parent stock (GPS), parent stock (PS), final stock (FS); pengembangan pakan berbasis bahan baku dalam negeri.

Selanjutnya peningkatan kesehatan hewan, pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU) dan cold chain, pengolahan daging dan telur, hingga logistik dan pemasaran.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara. Selain itu, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun disiapkan bagi peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sementara itu, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menyampaikan pihaknya saat ini mendukung enam proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi sekitar 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang seluruhnya menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” kata Rosan saat meresmikan Groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I bersama jajaran di Malang, Jawa Timur, Jumat (6/2).

Melalui proyek hilirisasi ayam terintegrasi, pemerintah memproyeksikan tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun. Program itu diperkirakan menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun.

Dari sisi sosial, pasokan protein tersebut diharapkan menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG sekaligus berkontribusi menurunkan angka stunting dan kemiskinan.

  • hilirisasi unggas

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Resmi! Bek Sayap Timnas Inggris Djed Spence Tinggalkan Tottenham, Kini Berseragam Inter Milan

Meriah Banget Semarak HUT RI! Seribuan Siswa Aceh Barat Turun ke Jalan Ikuti Karnaval Kemerdekaan

Meski Hasil Kurang Memuaskan, Singapura Temukan Sisi Positif Lawan Yordania

Gempa Simalungun Bikin Warga Aceh Barat Waspada, BPBD Beri Kabar Terbaru

Dedi Mulyadi Gagas Lima Desa di Bekasi Ditata dengan Nuansa Sunda, Rumah Tradisional Bakal Dipertahankan

Erdogan Ajak Mesir Bergabung dengan Pakta Pertahanan Turki-Saudi-Pakistan

Keren Tak Cuma Atasi Kerusuhan, Mobil Water Canon Polres Kudus Kini Dipakai Salurkan Air Bersih

Kebakaran Hutan Mengamuk di Eropa, Cuaca Panas dan Kering Jadi Penyebabnya

Rano Karno Gagas Serial AI “Rimba Raya”, Ajak Generasi Muda Kembali Cintai Alam

Fantastis Lada Putih Babel Mendunia! Kementerian UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton ke Belanda

Korsel Buka Jalan Damai dengan Korut, Tekad Akhiri Konflik Makin Kuat

Mengagetkan! Koops TNI Habema Amankan Senjata Diduga Milik OPM di Ugimba

Gawat Gempa NTT Picu Ancaman Baru! Badan Geologi Ingatkan Bahaya Turutan Likuefaksi

Terobosan Baru Pemkab Bangka Tengah, UMKM Dipermudah Dapat Modal Usaha

Kabar Baik untuk Seniman Kepri! Kemenkum Dampingi Pencatatan Hak Cipta Karya Lagu dan Lukis

Jangan Diabaikan Catatan Sejarah Ini! Sesar Flores Beberapa Kali Hasilkan Gempa Dahsyat

Terobosan Baru! Pemkab Probolinggo dan IPB Berkolaborasi Wujudkan Pesantren Mandiri Pangan

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.