IHSG Hari Ini Tertekan, Tensi Geopolitik dan Revisi Outlook Kredit Guncang Pasar

Rabu, 04 Mar 2026, 17:55 WIB

JAKARTA – Pergerakan melemah pada pasar saham domestik mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi ketegangan geopolitik global serta dampak revisi outlook kredit oleh Fitch Ratings terhadap Indonesia.

Kombinasi faktor eksternal tersebut meningkatkan persepsi risiko, mendorong aksi ambil untung, dan menekan minat terhadap aset berisiko, sehingga membebani indeks saham domestik di tengah kondisi pasar yang masih sensitif terhadap sentimen global.

Ket. Foto: Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/3) sore, ditutup melemah 362,70 poin atau 4,57 persen ke posisi 7.577,06 dipicu oleh sentimen kombinasi yaitu eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan pemangkasan outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 33,14 poin atau 4,11 persen ke posisi 772,44.

“Kombinasi eskalasi geopolitik Timur Tengah dan pemangkasan outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings menjadi negatif," ujar Head of Research PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi di Jakarta.

Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB atau layak investasi (investment grade).

Fitch menilai sentralisasi pengambilan kebijakan yang semakin kuat berpotensi mempengaruhi prospek fiskal jangka menengah, sentimen investor, serta ketahanan eksternal Indonesia.

"Asing capital outflow. Pendorong utamanya adalah sentimen risk-off global dan hilangnya kepercayaan pada stabilitas fiskal domestik," ujar Wafi.

Merespons revisi outlook kredit oleh Fitch Ratings, Wafi menilai pemangkasan tersebut memperparah sentimen negatif pasca peringatan S&P Global Ratings kepada Indonesia.

"Dampaknya adalah lonjakan biaya dana negara, pelemahan nilai tukar rupiah, dan aksi jual agresif investor asing pada sektor perbankan big caps," ujar Wafi.

Di sisi lain, bursa saham kawasan Asia kompak anjlok seiring kekhawatiran terjadinya gangguan pada rantai pasok global, utamanya terkait dengan minyak imbas dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi global, yang pada akhirnya memaksa bank sentral dunia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat secara lebih lama.

Dalam situasi saat ini, para investor mengalihkan dana ke aset safe haven, seperti emas hingga dolar AS, sehingga meninggalkan pasar saham emerging markets.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam sebesar 7,39 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun 7,08 persen dan 6,35 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu IFSH, SOTS, ITMA, GRPM dan INPS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni ICON, MPOW, BUVA, MDIA dan LEAD.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.302.236 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 53,61 miliar lembar saham senilai Rp29,72 triliun. Sebanyak 54 saham naik, 734 saham menurun, dan 33 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 2.033,60 poin atau 3,61 persen ke 58.057,19, indeks Shanghai melemah 40,21 atau 0,98 persen ke 4.082,46, indeks Hang Seng melemah 518,59 poin atau 2,01 persen ke 25.249,48, indeks Kuala Lumpur melemah 13,73 poin atau 0,80 persen ke 1.698,22, dan indeks Strait Times melemah 103,89 poin atau 2,11 persen ke 4.812,75.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kapolres Metro Jakarta Pusat: 18.504 Personel Dikerahkan untuk Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat

Hari terakhir kompetisi robot humanoid di Beijing

Pemerintah Kota Tangerang Keluarkan SE Jemput Anak Sekolah pada 27–28 Agustus

Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon, ESGIN dan ASPEBINDO Jalin Kolaborasi Strategis

Cuaca Hari Ini: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang.

Jangan Sampai Terjebak! Demo di DPR Bikin Dishub DKI Siapkan Pengalihan Lalin

Darurat Listrik di NTT Usai Gempa, Kementerian ESDM Salurkan 48 Genset untuk Fasilitas Kesehatan

Sudin Gulkarmat: Kebakaran di Muara Angke Jakut, Dua Orang Luka-luka

Rentan terhadap Tekanan - 27 Agustus 2026

ULTIMA II Hadirkan Inovasi Skincare Terbaru, Perkuat Posisi di Industri Kecantikan

Cuaca Kamis Berubah-ubah! BMKG Sebut Mayoritas Kota Besar Berawan dan Hujan Ringan serta Hujan Lebat

Pemkab Bekasi Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Bantaran Saluran Sekunder Balong Tua

Tak Mau Kecolongan, 200 Personel Gabungan Dikerahkan Cegah Massa ke Jakarta

Wakatobi Disuruh Meniru Produk Arak Bali oleh Wayan Koster

Robot Humanoid Bikin Geger! Kompetisi Berakhir dengan Sejumlah Rekor Baru

Pantas Menggunduli Indonesia, Vietnam Akhirnya Juara AFF 2026

Warga Gorontalo Tak Perlu Khawatir, Cadangan Beras Aman Sampai Akhir Tahun

Tak Perlu Beli Koloni Baru! Begini Cara Memperbanyak Lebah Madu Tetragonula

Bogor Lagi, Kasus Kanker Naik 138 Persen. Waspada!

Timor Leste Kepincut Sistem Pensiun ASN Indonesia, TASPEN Jadi Tempat Belajar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.