Gerhana Bulan Total di Batam Terlihat Kapan? BMKG Sampaikan Mulai Pukul 18.33 WIB
Selasa, 03 Mar 2026, 19:17 WIBBATAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyampaikan fenomena gerhana bulan total dapat disaksikan masyarakat Batam pada hari ini pukul 18.33.39 WIB dan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam Suratman menjelaskan gerhana bulan total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar, sehingga bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan.
âJika kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan, masyarakat dapat melihat perubahan warna Bulan menjadi kemerahan saat fase puncak gerhana,â katanya saat dikonfirmasi di Batam, Selasa.
Pihaknya menyebutkan fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus. Namun penggunaan teropong atau teleskop dapat membantu melihat detail permukaan Bulan dengan lebih jelas.
âGerhana bulan total dapat dilihat di mana saja selama langit tidak tertutup awan,â tambahnya.
Selain menjadi fenomena astronomi yang menarik, gerhana bulan yang berdekatan dengan fase Bulan Purnama pada 3 Maret 2026 juga berpotensi mempengaruhi kondisi pasang surut air laut.
BMKG Hang Nadim Batam menyampaikan adanya potensi peningkatan ketinggian air laut maksimum yang dapat memicu banjir pesisir (rob) pada 25 Februari hingga 8 Maret 2026 di sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau.
âKami sudah memberi peringatan terkait banjir rob dari pekan lalu,â katanya.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir pantai diimbau berwaspada adanya fenomena banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi pada tanggal 25 Februari 2026 sampai dengan 8 Maret 2026 di beberapa wilayah pesisir Kepri.
Adanya fenomena Fase Bulan Purnama tanggal 3 Maret 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum, antara lain di Kota Batam (pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, dan sekitarnya), Kabupaten Lingga (pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang dan sekitarnya), Kabupaten Karimun (pesisir Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral, dan sekitarnya), dan Kabupaten Bintan (pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, dan sekitarnya).
Fenomena pasang maksimum ini, menurutnya, dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat, aktivitas permukiman pesisir, hingga usaha tambak dan perikanan darat.
BMKG Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob, khususnya pada saat pasang tertinggi, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG. Ant
- Gerhana Bulan Total
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
BMKG Memantau Gerhana Bulan Total di Stasiun Geofisika Talumelito Gorontalo
-
Tiongkok Kembangbiakkan Ikan Langka Sturgeon Generasi ke-3 Secara Buatan
-
TNI AL Kirim Empat KRI Bantu Evakuasi Korban Banjir Sumut dan Sumbar
-
Gerhana Bulan Total Hiasi Langit pada 3 Maret 2026, Bisa Dilihat di Seluruh Indonesia
-
Imbau untuk Masyarakat Solok agar Lebih Waspada Menghadapi Cuaca Ekstrem
-
Barca Terluka, Madrid Goyah: Duo Raksasa Spanyol Butuh Kebangkitan di La Liga
-
Optimisme Penurunan Suku Bunga Fed Dorong Rupiah Menguat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.