Sempat Terkena Serangan Iran, Kondisi Abu Dhabi Berangsur Aman

Minggu, 01 Mar 2026, 22:37 WIB

JAKARTA - Emergency alert berdering dan masuk dalam notifikasi ponsel bagi masyarakat yang berada di wilayah Abu Dhabi, Uni Emirates Arab (UEA), tercatat telah beberapa kali dalam 36 jam terakhir ini dengan alert terbaru pada pukul 13.29 waktu setempat yang menginformasikan kondisi telah aman dan normal.

Wartawati Kantor Berita ANTARA, Hanni Sofia, yang tengah singgah di Abu Dhabi, UEA, Minggu (1/3) melalui ponsel menerima sejumlah notifikasi serupa terkait kondisi yang berkembang di Abu Dhabi dari pihak berwenang setempat. Hanni sedang dalam perjalanan menuju Indonesia dari negara tetangga, Arab Saudi.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

“Thank you for your cooperation. We would like to reassure you that the situation is currently safe, and you may resume your normal activites while continuing to remain cautious and take the neccessary precautions (NCEMA) - Terima kasih atas kerja samanya. Kami ingin meyakinkan bahwa situasi saat ini dalam keadaan aman, dan Anda dapat kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa dengan tetap waspada serta mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan (NCEMA),” demikian pesan yang masuk melalui ponsel di Abu Dhabi, Minggu (1/3).

Kondisi terkini di sekitar wilayah Abu Dhabi sendiri terpantau normal, aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa bahkan pusat-pusat perbelanjaan tetap buka dan beroperasi seperti biasa.

Namun setelah peringatan tersebut, tidak banyak warga atau penduduk yang berlalu lalang di kawasan terbuka dan lebih banyak dari mereka yang menghabiskan waktu di dalam rumah.

Selain itu, otoritas UEA juga telah merilis kebijakan untuk pembelajaran daring bagi siswa dari tingkat SD hingga perguruan tinggi untuk Senin (2/3) sampai situasi kembali kondusif.

Otoritas UEA juga telah mengimbau masyarakatnya untuk terus memantau sumber-sumber informasi yang valid serta menjatuhkan denda atau sanksi bagi siapa saja yang menyebarkan isu hoaks terkait kejadian tersebut.

Sejumlah outlet fesyen di Yas Mall Abu Dhabi mendapatkan transaksi dari sejumlah konsumen yang mengaku terpaksa transit di Abu Dhabi karena penerbangan tertunda sehingga harus berbelanja pakaian ganti.

Sebelumnya, ponsel-ponsel beberapa kali secara otomatis menyala ketika peringatan darurat masuk sejak Sabtu sore (28/2) di tengah ledakan yang terjadi di Abu Dhabi, memperingatkan warga dan ekspatriat tentang “potensi ancaman rudal”.

Notifikasi yang masuk berisi imbauan agar mencari tempat yang aman, menjauhi pintu, jendela, dan area terbuka, serta menunggu instruksi lanjutan.

“Segera cari perlindungan di bangunan aman terdekat, dan jauhi jendela, pintu, serta area terbuka,” demikian bunyi peringatan yang masuk pada hari sebelumnya.

Peringatan itu untuk merespons adanya eskalasi militer antara AS-Israel dan Iran. Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan negara-negara Teluk, termasuk Uni Arab Emirates (UAE), ke sejumlah wilayah yang memiliki pangkalan militer AS.

Kementerian Pertahanan UAE sendiri telah melakukan pencegatan (intercept) rudal dan mengecam serangan tersebut.

Sampai dini hari hingga menjelang waktu sahur bahkan hingga siang hari terdengar suara dentuman meriam dan suara sejumlah pesawat tempur yang terbang di wilayah udara Abu Dhabi.

Akibat kejadian ini di seluruh kawasan Timur Tengah, ruang udara sementara ditutup atau dibatasi. Situasi tersebut mendorong negara-negara tetangga untuk menjauhkan pesawat sipil dari potensi bahaya.

Kekhawatiran atas keselamatan ini juga membuat sejumlah bandara besar lainnya, termasuk Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Hamad di Doha, menghentikan operasional, mengalihkan penerbangan, atau bahkan membatalkan layanan sepenuhnya.

Dari sekian banyak maskapai, salah satunya Etihad Airways misalnya telah mengumumkan penangguhan sementara seluruh keberangkatan dari Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi.

Langkah ini diambil di tengah penutupan ruang udara secara luas di kawasan yang berdampak pada maskapai-maskapai di seluruh wilayah Teluk dan sekitarnya, sehingga penumpang menghadapi pembatalan penerbangan, pengalihan rute, serta ketidakpastian rencana perjalanan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.