UIN Imam Bonjol Padang Klarifikasi Ambruknya Turap: Situasi Aman, Tanpa Korban

Selasa, 25 Nov 2025, 18:50 WIB

Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden turap atau dinding penahan tanah ambruk pada Selasa siang. 

"Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun longsor mengakibatkan kerusakan pada empat unit mobil dan tiga unit sepeda motor milik civitas akademika yang terparkir di area gedung," kata Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof Martin Kustati di Padang, Selasa.

Ket. Foto: Ekskavator mengevakuasi satu unit mobil yang tertimbun saat turap ambruk di UIN Imam Bonjol Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). — Sumber: Antara Foto

Rektor mengatakan musibah longsor itu terjadi di Kampus III Sungai Bangek tepatnya di area Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis Islam sekitar pukul 13.40 WIB. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama lima hari berturut-turut di Kota Padang. 

Rektor bersama jajarannya telah meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan terkoordinasi. Pihak kampus juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi.

Ia menyampaikan bahwa musibah ini telah dilaporkan kepada Wali Kota Padang. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota melalui Dinas PUPR telah menurunkan personel dan alat berat untuk membantu proses evakuasi serta penanganan dampak longsor.

Dalam rangka menjaga keselamatan civitas akademika, UIN Imam Bonjol Padang telah mengeluarkan imbauan resmi untuk menghindari area longsor dan memutuskan perkuliahan untuk sementara waktu dialihkan secara online dari 25 hingga 28 November 2025.

Senada dengan itu, Pengelola Layanan Operasional, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Imam Bonjol Kota Padang, Aprizal mengatakan sempat mendengar teriakan untuk keluar dari gedung B sesaat kejadian longsor.

"Tadi setelah saya salat, saya mendengar teriakan untuk keluar," kata Aprizal.

UIN Imam Bonjol hentikan PBM mahasiswa setelah insiden turap ambruk

Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) menghentikan proses belajar mengajar (PBM) mahasiswa di perguruan tinggi tersebut menyusul turap atau dinding penahan tanah di kampus itu ambruk pada Selasa siang.

"Tadi setelah saya shalat, saya mendengar teriakan untuk keluar," kata Pengelola Layanan Operasional, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Imam Bonjol Kota Padang, Aprizal di Padang, Selasa.

Setelah mendengar teriakan itu, Aprizal langsung lari keluar dan melihat tanah atau dinding turap sudah ambruk dan menimbun sejumlah kendaraan termasuk miliknya. Setidaknya terdapat empat kendaraan roda empat dan beberapa sepeda motor yang tertimbun material longsor.

"Ada beberapa kendaraan yang tertimbun tetapi tidak ada korban jiwa," ujar dia.

Aprizal mengatakan kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 13.45 WIB. Pada saat kejadian memang tidak ada hujan. Namun, sejak pagi kampus yang berada di daerah perbukitan itu sudah diguyur hujan yang diduga menjadi pemicu longsor hingga menimpa sejumlah kendaraan.

Saat ini, satu unit ekskavator masih berjibaku mengangkat material longsor dan reruntuhan beton turap yang masih menimbun satu unit kendaraan roda empat dan beberapa sepeda motor. Hingga saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung yang dibantu pengamanan oleh pihak kepolisian.

"Tiga dari empat kendaraan roda empat sudah berhasil dikeluarkan dari tumpukan material longsor. Sementara mobil saya masih tertimbun," ujarnya.

Ia mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan beberapa titik di kawasan perguruan tinggi islam itu mengalami longsor. Namun, kondisi terparah terjadi di turap yang membatasi Gedung A dan Gedung B UIN Imam Bobonjol.

  • UIN Imam Bonjol Padang

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.