Bangga! Produk Lokal Palangka Raya Kini Melanglang Buana ke Selandia Baru

Minggu, 01 Mar 2026, 15:50 WIB

PALANGKA RAYA – UMKM itu jangan cuma jago kandang. Pasarnya luas, bahkan sampai ke luar negeri. Ketika pelaku UMKM mulai berani ekspor, peluangnya ikut melebar—bukan cuma soal omzet naik, tapi juga soal naik kelas.

Ekspor bikin UMKM belajar banyak hal: standar kualitas yang lebih ketat, kemasan yang lebih menarik, sampai manajemen produksi yang lebih rapi.

Ket. Foto: Produk UMKM Galeri Lifestyle Nusantara. — Sumber: ANTARA/ Rendhik Andika

Mau tak mau, mereka terdorong jadi lebih profesional. Dampaknya bukan cuma ke bisnisnya, tapi juga ke tenaga kerja dan rantai pasok di sekitarnya.

Selain itu, pasar luar negeri bisa jadi penopang saat permintaan domestik sedang lesu. Dengan punya pembeli di beberapa negara, risiko usaha jadi lebih tersebar.

Produk lokal pun bisa punya nilai tambah lebih tinggi karena diposisikan sebagai barang khas dengan cerita dan identitas.

Jadi, ekspor bukan cuma urusan perusahaan besar. UMKM pun punya ruang yang sama, asal mau beradaptasi dan konsisten menjaga kualitas. Dari usaha rumahan, bukan tidak mungkin lahir merek yang dikenal sampai mancanegara.

Produk milik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), menembus pasar ekspor ke Selandia Baru sebagai upaya memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM lokal di tingkat internasional.

"Produk UMKM yang di ekspor ke Selandia Baru ini ada sebanyak 418 unit (pcs), yang mana keberangkatannya dari Provinsi Jawa Tengah, Jepara menuju Selandia Baru," kata Pemilik Galeri Lifestyle Nusantara, sekaligus perusahaan Exquisite Wood Limited di Selandia Baru, Hairunnisa, saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Kalteng, Minggu (1/3).

Hairunnisa menerangkan produk UMKM yang tembus ekspor ini seperti tas kombinasi rotan, furnitur, kerajinan tangan dan produk lain yang bernuansa etnik atau kerajinan lokal Kota Palangka Raya.

"Tujuan kita memfasilitasi ekspor ini hanya semata-mata ingin membuktikan UMKM Palangka Raya mampu bersaing di pasar mancanegara," katanya.

Pihaknya berharap program ini mampu menjadi penyemangat pelaku UMKM untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas usaha yang digeluti.

"Kita akan terus berupaya dan membantu memasarkan produk-produk para pengusaha UMKM yang ada di Kota Palangka Raya ini, dengan ketentuan syarat dan dukungan baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota dalam mendukung kemajuan para UMKM yang ada di Kalteng," katanya.

Wakil Wail Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyatakan produk UMKM bernuansa etnik dan budaya Kalteng memiliki peluang besar di pasar internasional, termasuk Selandia Baru dan Eropa.

"Pasar Eropa juga sangat menghargai etnik dan budaya. Produk Kalteng memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara internasional," katanya.

Ia menambahkan salah satu tantangan utama UMKM menembus pasar ekspor adalah pemenuhan standardisasi kualitas produk, sehingga pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

  • ekspor UMKM

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.