Studi Ekosistem Grab: 80% Mitra Pengemudi Jadikan Layanan On-Demand Penghasilan Sampingan
Sabtu, 28 Feb 2026, 13:53 WIBJAKARTA - Ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand service kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang tidak terpisahkan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.
Perkembangan ini tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi konsumen, tetapi sekaligus membuka akses peluang penghasilan bagi jutaan masyarakat dari berbagai latar belakang. Model berusaha berbasis platform memungkinkan individu untuk tetap produktif tanpa harus terikat dalam hubungan kerja formal dengan jam kerja tetap, atau dikenal dengan istilah gig economy.
Gig economy mencakup profesi yang sangat luas, mulai dari content creator, penulis lepas, desainer grafis, fotografer, musisi, makeup artist, hair stylist, hingga porter, kurir, serta pengemudi transportasi online (ride-hailing). Mereka bekerja secara mandiri dan memiliki fleksibilitas untuk menentukan sendiri tingkat serta intensitas aktivitas mereka secara personal.
Grab adalah salah satu platform gig economy di industri ride-hailing yang terus memperluas dampak positif dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Sejak hadir di Indonesia pada 2014, Grab telah menjangkau jutaan pengguna di seluruh negeri. Melalui ekosistem layanan digital yang terintegrasi, Grab kini telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia.
Menurut Studi ITB (2023), industri ride-hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia tahun 2022, dan Grab berkontribusi sekitar 50% di industri transportasi serta pengantaran online (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan oleh keseluruhan ekosistem layanan Grab.
Dalam ekosistem Grab Indonesia sendiri, profil mitra mencerminkan fungsi platform sebagai akses ekonomi yang terbuka dan inklusif. Sekitar 1 dari 2 mitra pengemudi sebelumnya merupakan korban PHK atau tidak memiliki sumber pendapatan. Lebih dari 50% mitra berusia di atas 36 tahun, dengan mayoritas berlatar belakang pendidikan terakhir SMA atau SMK. Tercatat sekitar 182.500 Mitra Pengemudi perempuan terdaftar, dengan banyak di antaranya ibu tunggal sekaligus tulang punggung keluarga. Selain itu, lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas juga terdaftar dalam platform ini.
Data internal Grab per Desember 2025 menunjukkan total Mitra Pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, jumlah Mitra Pengemudi yang paling tidak menyelesaikan satu kali orderan di bulan berjalan sekitar 700â800 ribuan Mitra Pengemudi atau sekitar 19â22% (baik Mitra Roda 2 maupun Mitra Roda 4) dari keseluruhan. Angka tersebut merupakan data bulanan dan bersifat fluktuatif.
Mitra yang menyelesaikan order hari ini belum tentu menyelesaikan order di hari berikutnya, dan sebaliknya. Inilah karakter alami gig economy, di mana partisipasi bersifat fleksibel dan mengikuti kebutuhan individu. Kondisi ini menegaskan bahwa "terdaftar" tidak identik dengan tingkat produktivitas Mitra Pengemudi. Status terdaftar mencerminkan akses yang terbuka bagi jutaan individu untuk berpartisipasi kapan pun dibutuhkan, sementara partisipasi aktual dari Mitra Pengemudi tetap menyesuaikan kebutuhan masing-masing.
Mayoritas mitra juga memanfaatkan platform sebagai penghasilan sampingan. Lebih dari 80% Mitra Pengemudi Roda 2 dan sekitar 67% Mitra Pengemudi Roda 4 menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan sampingan. Pola ini memperkuat gambaran bahwa ekosistem on-demand berfungsi sebagai ruang partisipasi yang adaptif, memungkinkan individu menentukan sendiri tingkat keterlibatan sesuai kebutuhan ekonomi dan situasi hidupnya.
Kategori Mitra Pengemudi Roda 4 dalam ekosistem gig economy terbagi berdasarkan tingkat intensitas kerja dan kontribusi pendapatan yang dihasilkan setiap bulan, yaitu Mitra Pengemudi Roda 4 â Penghasilan Utama dan Mitra Pengemudi Roda 4 â Penghasilan Sampingan. Pembagian ini mencerminkan bagaimana mitra dapat menyesuaikan pola kerja sesuai kebutuhan ekonomi dan preferensi masing-masing.
Pada kategori Mitra Pengemudi Roda 4 â Penghasilan Utama, aktivitas mengemudi menjadi fokus utama pekerjaan. Sekitar 10â11% mitra menjadikan Grab sebagai nafkah utama dengan kisaran pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan. Kelompok tersebut rata-rata menyelesaikan sekitar 11 order per hari operasional, dengan tingkat produktivitas yang tinggi dan konsisten. Bagi mereka, platform menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya hidup.
Sementara itu, sekitar 21â22% mitra tergolong dalam kategori penghasilan rutin, dengan kisaran pendapatan Rp4â10 juta per bulan. Rata-rata mereka menyelesaikan 7 order per hari operasional. Kelompok ini tetap aktif secara teratur, namun memiliki pola kerja yang lebih fleksibel dibanding kategori nafkah utama. Mereka mengatur sendiri jam operasionalnya, tetap konsisten hampir setiap hari, tetapi memanfaatkan fleksibilitas waktu untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan aktivitas pribadi.
Kemudian, terdapat kategori Mitra Pengemudi Roda 4 â Penghasilan Sampingan, yaitu mitra yang menjadikan aktivitas mengemudi sebagai sumber pendapatan tambahan. Sekitar 33â34% mitra memperoleh penghasilan tambahan sebesar Rp1â4 juta per bulan. Umumnya mereka yang termasuk golongan tersebut memiliki pekerjaan utama lain dan mengemudi dilakukan di sela-sela waktu luang. Dalam periode 2â4 jam saat bekerja, mereka rata-rata menyelesaikan sekitar 4 order per hari operasional.
Sementara itu, sekitar 34â35% lainnya termasuk dalam kategori penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan. Kelompok ini biasanya aktif secara lebih situasional, dengan durasi berkendara sekitar 1â2 jam dan rata-rata menyelesaikan 3 order per hari operasional. Mereka umumnya memilih waktu-waktu tertentu seperti akhir pekan atau saat membutuhkan pemasukan ekstra, dengan pola kerja yang sangat fleksibel dan tidak rutin setiap hari.
Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa fleksibilitas menjadi fondasi utama model kemitraan, karena mitra bebas menentukan tingkat keterlibatan, intensitas bekerja, serta ritme kerja sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Untuk kategori Mitra Pengemudi Roda 2, terlihat pola yang semakin menegaskan karakter fleksibel industri ini, di mana Mitra Pengemudi juga dikelompokkan menjadi Mitra Pengemudi Roda 2 â Penghasilan Utama dan Mitra Pengemudi Roda 2 â Penghasilan Sampingan, sesuai dengan pilihan intensitas kerja serta kebutuhan masing-masing individu secara mandiri.
Pada kategori Mitra Pengemudi Roda 2 â Penghasilan Utama, aktivitas mengemudi dibagi menjadi nafkah utama dan penghasilan rutin. Sekitar 1â2% merupakan mitra yang menjadikan ojek online sebagai nafkah utama, dengan tingkat penyelesaian pesanan (order) yang tinggi. Kelompok ini memperoleh pendapatan di atas Rp10 juta per bulan, dengan rata-rata lebih dari 28 order per hari operasional. Sementara itu, sekitar 14â15% mitra berada pada kategori penghasilan rutin, dengan kisaran pendapatan antara Rp4 juta hingga Rp10 juta per bulan dan rata-rata sekitar 15 order per hari operasional. Bagi kelompok ini, menjadi mitra pengemudi adalah sumber penghasilan utama yang dijalani secara konsisten.
Di sisi lain, pada kategori Mitra Pengemudi Roda 2 â Penghasilan Sampingan, komposisinya relatif seimbang. Sekitar 41â42% berada dalam kategori penghasilan tambahan sebesar Rp1â4 juta per bulan, dengan durasi kerja sekitar 2â4 jam dan sekitar 6 order per hari operasional. Umumnya mereka memiliki pekerjaan utama lain dan mulai aktif di platform setelah jam kerja atau di waktu senggang tertentu. Sementara 42â43% lainnya tergolong penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan, biasanya bekerja 1â2 jam atau hanya di akhir pekan dengan rata-rata 4 order per hari operasional. Pola ini menunjukkan bahwa mitra dapat menyesuaikan frekuensi bekerja dan kebiasaan kerja secara fleksibel sesuai kebutuhan ekonomi masing-masing.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, mengatakan bahwa komposisi Mitra Pengemudi Roda 2 dan Roda 4 di ekosistem Grab Indonesia menunjukkan bahwa fleksibilitas adalah fondasi utama model on-demand. Mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara hanya sebagian kecil yang menjadikan ojol sebagai nafkah utama.
âTingkat produktivitas ini pun dinamis dan dapat berbeda setiap bulan, menyesuaikan dengan fase kehidupan serta kondisi masing-masing. Inilah wajah nyata gig economy di Indonesia: ruang penghasilan yang hadir sesuai kebutuhan, yaitu menjadi nafkah utama bagi sebagian dan penghasilan sampingan bagi kebanyakan," ucapnya dalam acara bertajuk "Memahami Dinamika Sektor Platform Digital Melalui Ekosistem Grab" di Jakarta pada hari Kamis (26/2).
Ia menambahkan, setiap kebijakan, dukungan, dan apresiasi yang Grab berikan selalu didasarkan pada tingkat produktivitas mitra. Dalam sistem yang fleksibel, pendekatan yang adil adalah pendekatan yang proporsional.
âMitra yang narik secara konsisten tentu membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dibanding mitra yang hanya aktif sesekali. Kebijakan berbasis kinerja bukanlah bentuk pembatasan, melainkan upaya untuk memastikan adanya sistem yang adil, utamanya bagi mereka yang berkontribusi lebih dalam ekosistem,â ucapnya.
Mitra Pengemudi Berprestasi
Sejalan dengan prinsip tersebut, bentuk dukungan yang diberikan Grab pun dirancang tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga bermakna secara personal. Selaras dengan komitmen tiga babak âGrab untuk Indonesia,â yang diluncurkan pada 13 Januari 2026 lalu, khususnya Babak 2: Memberi Makna, berbagai inisiatif penghargaan dirumuskan bagi mitra yang menunjukkan komitmen dan konsistensi tinggi, termasuk apresiasi spesial yang dihadirkan pada momen Ramadan.
âDi bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami ingin menghadirkan tanda kasih sebagai wujud terima kasih yang tulus kepada para Mitra Pengemudi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan menginspirasi sesama. Melalui program âPerjalanan Bermakna dengan Umrah Gratisâ, Grab menyediakan 105 paket umrah sebagai bentuk penghormatan atas kebaikan dan perjuangan mereka,â ujar Neneng.
Inisiatif ini dimulai dengan penyerahan paket umrah gratis kepada 5 Mitra Pengemudi yang menginspirasi dan berprestasi yaitu Mpok Fika, relawan juru bahasa isyarat dan bagian dari Komunitas Mitra Tuli Grab; Bapak Jonathan, pemimpin komunitas di wilayah pinggiran Manado yang turut menjangkau daerah sulit; Bapak Yusuf, pendiri komunitas relawan yang membantu keluarga prasejahtera, lansia, dan pedagang kecil; Bapak Syamsudin, yang sejak 2017 terus berjuang menafkahi keluarga meski memiliki keterbatasan fisik; serta Bapak Yunus, yang naik kelas dari GrabBike ke GrabCar Premium dan meningkatkan ekonomi keluarganya.
Selanjutnya, Grab akan memberikan 100 paket umrah gratis kepada Mitra Pengemudi berprestasi lainnya. Inisiatif ini menjadi tanda kasih Grab untuk Mitra Pengemudi atas dedikasi mereka sekaligus penyemangat untuk terus melangkah dan menginspirasi dalam perjalanan panjang membangun ekonomi digital yang inklusif.
âSaya jujur kaget dan tidak pernah menyangka perjalanan saya bersama Grab bisa sampai di titik ini. Saya merasa mendapatkan kesempatan yang berharga. Bagi saya, ini bukan hanya tentang umrah, tetapi tentang merasa dihargai atas setiap usaha dan konsistensi yang saya jalani selama ini,â ucap Syamsudin, Mitra Pengemudi Grab yang mendapatkan umrah gratis. âApresiasi ini memberi semangat baru bagi saya untuk terus bekerja dengan sepenuh hati dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk terus melangkah,â tuturnya.
Neneng mengungkapkan, ekosistem on-demand telah menjadi ruang harapan membuka akses, menghadirkan peluang, dan membantu jutaan masyarakat Indonesia melangkah lebih mandiri. Dengan menjaga fleksibilitas yang adil dan proporsional, Grab ingin memastikan setiap pertumbuhan yang terjadi juga terasa dalam kehidupan para mitra dan keluarganya. Ke depan, Grab menyatakan bahwa komitmen ini akan terus dijaga agar ekonomi digital Indonesia tidak hanya bertumbuh, tetapi juga semakin inklusif, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata bagi banyak orang.
- Ekonomi Digital
- Grab Bike
- Grab Indonesia
- Ramadan 1447 H
- GrabCar
- On-Demand Service
- Mitra Pengemudi Grab
- Kemitraan Platform Digital
- Pendapatan Driver Online
- Fleksibilitas Kerja
- Inklusi Ekonomi
- PDB Indonesia 2026
- Umrah Gratis Grab
- Grab untuk Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pertamina Hulu Energi Targetkan Produksi Minyak 2026 Capai 595 Ribu Barel Per Hari
-
Skor Kepuasan Hidup Warga Australia Anjlok
-
Industri Kripto Bantu Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Lewat Ekonomi Digital
-
Ini 5 Variasi Doa Buka Puasa Lengkap Menurut Hadis Nabi
-
Grab Indonesia Rampungkan Penyaluran Bonus Hari Raya 2026 Senilai Rp110 Miliar untuk 400 Ribu Mitra
-
Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Naik, DPRD DKI Pastikan Stok Pangan Aman
-
Di Balik Layar Ekosistem On-Demand Grab Indonesia: Pilihan, Partisipasi, dan Pertumbuhan Ekonomi Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.