• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ini 5 Variasi Doa Buka Pua...

Ini 5 Variasi Doa Buka Puasa Lengkap Menurut Hadis Nabi

Rabu, 18 Feb 2026, 19:05 WIB

JAKARTA - Tahun 2026 menandai masuknya 1447 Hijriah dalam kalender Islam. Umat Muslim di Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan pada 19 Februari 2026.

Penetapan awal Ramadan tersebut diumumkan Pemerintah melalui Kementerian Agama RI pada Selasa (17/2/2026). Dengan keputusan itu, umat Islam bersiap menyambut bulan suci yang penuh keberkahan dan ampunan.

Ket. Foto: Doa buka puasa menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Bacaan ini biasanya diucapkan sesaat sebelum menyantap hidangan berbuka. — Sumber: Pexels

Salah satu amalan yang tak terpisahkan dari Ramadan adalah membaca doa. Termasuk doa berbuka puasa yang dilafalkan setiap kali adzan Maghrib berkumandang selama sebulan penuh.

Doa buka puasa menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Bacaan ini biasanya diucapkan sesaat sebelum menyantap hidangan berbuka.

Doa yang paling populer di tengah masyarakat adalah bacaan berikut:

"Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa'ala rizqika aftartu."

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Namun, bacaan doa berbuka tidak hanya terbatas pada kalimat tersebut. Terdapat versi lain yang juga diamalkan dan memiliki makna mendalam.

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahummalakashumtu wabika aamantu wa'ala rizqika afthortu birohmatika ya arhamarrahimin.

"Ya Allah Dzat Yang Maha Pemurah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki serta kasih sayang-Mu aku berbuka."

Selain dua doa tersebut, Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar juga meriwayatkan empat doa berbuka puasa lainnya. Riwayat ini bersumber dari sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW.

  1. Doa pertama diriwayatkan Abu Daud dari sahabat Ibnu Umar RA, yang menyebutkan Rasulullah SAW membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.

"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah." (HR. Abu Daud No. 2010)

  1. Doa kedua berasal dari riwayat Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah, dengan bacaan:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu.

"Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku bisa berpuasa, dan memberiku rezeki hingga aku dapat berbuka." (HR. Ibnu Sunni)

  1. Doa ketiga juga diriwayatkan Ibnu Sunni dari sahabat Ibnu Abbas RA, berbunyi:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
Allahumma shumnaa, wa 'alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal minna innaka antas samii'ul 'aliim.

"Ya Allah, karena-Mu kami berpuasa dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah puasa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Ibnu Sunni)

  1. Doa keempat berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni dari Ibnu Umar RA, dengan bacaan:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi'at kulla syai'in antaghfira lii.

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku."

Keberagaman doa berbuka puasa ini menunjukkan keluasan ajaran Islam dalam memberikan tuntunan ibadah. Umat Muslim dapat memilih salah satu atau mengamalkannya secara bergantian selama Ramadan 1447 Hijriah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.