Gara-Gara Embung, Kunjungan ke Pasar Tradisional di Garut Ini Ikut Melejit

Sabtu, 28 Feb 2026, 14:45 WIB

CIANJUR – Suasana Pasar Ciranjang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terasa sedikit berbeda selama bulan puasa. Bukan hanya karena ramainya pemburu takjil, tetapi juga karena keberadaan embung air di area pasar yang justru jadi magnet tersendiri bagi warga.

Banyak pengunjung yang sengaja datang lebih awal untuk ngabuburit di sekitar embung sebelum berbelanja. Pengelola pasar mencatat, ramainya aktivitas di sekitar embung ikut mendorong lonjakan transaksi pedagang.

Ket. Foto: Embung air di lokasi Pasar Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berbelanja sambil berwisata terutama ngabuburit selama bulan puasa. — Sumber: ANTARA/ Ahmad Fikri.

Pengunjung yang awalnya hanya ingin bersantai, akhirnya sekalian belanja kebutuhan berbuka hingga persiapan sahur. Efek berantainya terasa jelas—dari pedagang makanan, penjual bahan pokok, hingga pelaku usaha kecil di sekitar pasar.

Dengan kata lain, embung tak sekadar berfungsi sebagai penampungan air, tapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang menghidupkan denyut ekonomi lokal selama Ramadan.

Kepala UPTD Pasar Ciranjang Iman Rohiman di Cianjur, Jumat (28/2), mengatakan sejak embung tersebut difungsikan jumlah kunjungan masyarakat ke Pasar Ciranjang meningkat cukup tinggi, angka transaksi meningkat hingga 30 persen atau sekitar Rp85 juta per hari.

“Sebagian besar masyarakat membeli kebutuhan di Pasar Ciranjang sambil ngabuburit menunggu jadwal berbuka di embung yang terletak bersebelahan dengan pasar tradisional, sambil berbelanja dapat menikmati keindahan embung, setiap hari sekitar 200-300 orang memadati lokasi," katanya.

Kehadiran embung di kawasan Pasar Ciranjang, ungkap dia, membawa dampak positif bagi perekonomian dan aktivitas masyarakat sekitar, meski fasilitas-nya belum lengkap namun menjadi daya tarik untuk dikunjungi masyarakat berbagai kalangan.

Embung yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Cianjur Tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar, tidak hanya difungsikan sebagai sarana penunjang kawasan pasar, tetapi sebagai ruang publik terbuka bagi warga.

Keberadaan-nya menjadi ruang kegiatan bagi anak-anak dan pelajar, dimana setiap hari sejumlah sekolah memanfaatkan lokasi tersebut untuk aktivitas luar ruangan seperti senam bersama hingga kegiatan menggambar dan mewarnai dengan pendampingan guru.

“Anak-anak sekolah sering senam di sana, melukis atau mewarnai dimana kegiatannya terarah dan didampingi guru, selain pada petang mulai dari warga yang berjualan makanan untuk berbuka," katanya.

Dia menilai keberadaan embung memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar pasar, sehingga pihaknya berencana menambah sarana dan prasarana penunjang guna memberikan kenyamanan bagi warga yang datang.

Beberapa fasilitas yang dinilai perlu segera dilengkapi antara lain penerangan listrik, penataan taman, serta pembangunan dinding pembatas di area tertentu, dimana pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk percepatan penyempurnaan fasilitas.

“Kami sudah bersurat ke Dinas PUTR Cianjur agar dapat membantu pembangunan fasilitas pendukung lainnya, sehingga pengelolaan yang optimal dan dukungan infrastruktur memadai, embung di kawasan Pasar Ciranjang dapat berkembang menjadi ruang publik sekaligus pengungkit ekonomi," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.