Kelola 40 Ton Emas, Pegadaian Siap Luncurkan Investasi ETF Emas Tahun Ini

Jumat, 27 Feb 2026, 10:40 WIB

JAKARTA - Genap satu tahun sejak diresmikan pada 26 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, Layanan Bank Emas milik PT Pegadaian mencatatkan pertumbuhan signifikan. Transformasi Pegadaian sebagai pionir Bullion Bank pertama di Indonesia menandai babak baru pengelolaan emas nasional yang lebih terintegrasi dan modern.

Peresmian yang berlangsung di Pegadaian Tower Jakarta itu menjadi titik awal penguatan peran Pegadaian sebagai "House of Gold" nasional. Melalui ekosistem emas, perusahaan mendukung agenda penguatan kemandirian ekonomi serta perluasan inklusi keuangan berbasis komoditas strategis.

Ket. Foto: Pegadaian akan menyiapkan peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas untuk memperluas akses investasi berbasis komoditas di pasar modal. Skema ini memungkinkan emas ditransaksikan secara real-time di bursa saham dengan dukungan manajer investasi dan bank kustodian profesional. — Sumber: Istimewa

Dalam satu tahun terakhir, Bank Emas Pegadaian memperluas layanan mulai dari Gold Provider penyedia emas fisik berstandar kemurnian tinggi, Gold Custodian dengan sistem penitipan berstandar internasional, hingga Gold Financing yang memberikan pembiayaan lebih luas dan efisien. Seluruh kegiatan tersebut berjalan di bawah regulasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan serta POJK Nomor 17 Tahun 2024.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal peluncuran produk Deposito Emas yang pada 26 Maret 2025 telah mencatatkan kelolaan 800 kilogram. Hingga Februari 2026, total kelolaan emas Pegadaian mencapai 40,51 ton, sementara Outstanding Cicil Emas menyentuh 7,37 ton.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyampaikan apresiasi atas tingginya kepercayaan publik terhadap layanan emas tersebut. Ia menegaskan bahwa transaksi dan kelolaan Bank Emas terus tumbuh seiring semakin lengkapnya ragam produk yang ditawarkan.

"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat atas antusiasmenya terhadap produk dan layanan emas di Pegadaian. Hingga Februari 2026, transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai lebih dari 40,51 ton, sementara Outstanding Cicil Emas juga menunjukkan angka yang luar biasa yaitu mencapai 7,37 ton," ujar Selfie.

Pegadaian juga mendorong digitalisasi investasi emas melalui peluncuran aplikasi Tring! by Pegadaian pada 10 Oktober 2025. Aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat, khususnya generasi muda, memulai investasi emas secara praktis dan cepat.

Di level global, Pegadaian memperkuat posisi Indonesia melalui forum Bullion Connect 2025 bertema "Linking Mines to Markets" yang menghadirkan pemangku kepentingan industri emas internasional, termasuk World Gold Council. Forum ini menjadi ruang penyelarasan visi pengembangan emas Indonesia di pasar global.

Ke depan, Pegadaian juga menyiapkan peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas untuk memperluas akses investasi berbasis komoditas di pasar modal. Skema ini memungkinkan emas ditransaksikan secara real-time di bursa saham dengan dukungan manajer investasi dan bank kustodian profesional.

Penguatan aspek syariah turut menjadi perhatian dengan terbitnya Fatwa Nomor 166/DSN-MUI/II/2026 oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia pada 11 Februari 2026. Fatwa tersebut memastikan kegiatan usaha bulion Pegadaian selaras dengan prinsip ekonomi syariah.

Dengan capaian tersebut, Bank Emas Pegadaian menegaskan perannya sebagai pilar ketahanan pasokan emas nasional yang modern dan berbasis data. Dari regulasi, digitalisasi, hingga ekspansi produk, Pegadaian memosisikan emas sebagai instrumen investasi yang cair, produktif, dan aman bagi masyarakat luas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.