Jenazah-jenazah Korban Longsor Akhirnya Dimakamkan Bersama

Jumat, 27 Feb 2026, 16:23 WIB

BANDUNG – Karena lama tidak ditemukan kecocokan dengan identitas pelapor, maka 10 jenazah yang menjadi korban tanah longsor di Bandung Barat akhirnya dikubur bersama.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menggelar pemakaman massal terhadap 10 jenazah korban longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang belum menemukan kecocokan dengan identitas pelapor.

Ket. Foto: pemakaman massal — Sumber: ist

Sekretaris Daerah Bandung Barat Ade Zakir di Bandung Barat, Jumat, menjelaskan bahwa sepuluh jenazah yang belum teridentifikasi sepenuhnya tersebut dimakamkan dengan penandaan nomor pemeriksaan pascameninggal (post-mortem).

“Semua jenazah sudah diambil sampel DNA (Asam Deoksiribonukleat), tapi sampai saat ini belum ada yang cocok. Pemakaman massal dilakukan dengan penandaan nomor post-mortem,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan pemakaman massal tersebut dilakukan untuk menghormati korban sekaligus menata lokasi terdampak longsor.

Ia juga menambahkan bahwa penandaan post mortem tersebut dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi di masa mendatang apabila ada kecocokan data dengan pihak pelapor.

"Jika ada pelaporan atau ditemukan kecocokan data dengan kerabat, nanti tinggal mendatangi sesuai nomor penanda yang tertera," jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa kesepuluh jenazah tersebut diserahkan Rumah Sakit Sartika Asih bersama Wakil Bupati KBB dan langsung dimakamkan setelah Shalat Jumat.

Sementara itu, Kasubbidkespol Biddokes Polda Jawa Barat AKBP Ani Rasiani menambahkan sebagian korban berasal dari satu keluarga inti, sehingga pencocokan DNA membutuhkan waktu lebih lama.

“Kesulitan sebetulnya karena yang meninggal itu dalam satu keluarga inti, yaitu ayah, ibu, dan anak. Makanya ada tahap kedua untuk mencocokkan dengan sepupu atau saudara jauh, jadi tidak bisa langsung,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa meski kantong jenazah berjumlah 12, jumlah individu tetap 10 karena ada dua kantong berisi satu individu.

Bencana di Cianjur Dituntaskan

Sementara iru,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menuntaskan penanganan bencana alam yang melanda tiga kecamatan di daerah itu, selama satu pekan terakhir, akibat cuaca ekstrem.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Rabu, mengatakan tiga kecamatan yang dilanda bencana alam berupa tanah longsor di antaranya Kecamatan Cikalongkulon, Warungkodang, dan Campakamulya, dengan kerusakan jalan, rumah, dan sawah seluas 2 hektare.

Dia mengatakan bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Cibanggala, Kecamatan Campakamulya, membuat satu rumah warga rusak ringan dan satu rumah lainnya terancam serta dua hektare sawah rusak.

"Untuk rumah warga yang rusak dan terancam serta dua hektare sawah yang terdampak terjadi di Kampung Bunisari, sedangkan saluran irigasi dan jalan tertimbun tanah longsor di Kampung Neundeut dan Citamiang, Desa Cibanggala, sudah dapat dilalui kembali," katanya.

Tanah longsor lainnya terjadi di Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondan dan empat desa di Kecamatan Cikalongkulon, tidak ada rumah yang rusak hanya jalan dan saluran irigasi terputus dan sudah diperbaiki.

"Tidak ada korban jiwa atau luka dari empat kejadian di tiga kecamatan itu, namun ada beberapa jiwa harus mengungsi ke rumah kerabat dan keluarganya terdekat karena rumah mereka terancam longsor susulan," katanya.

Seiring dengan cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur, membuat pihaknya menyiagakan seluruh relawan di masing-masing desa guna melakukan pengawasan dan pelaporan serta melakukan evakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.

"Kami meminta masyarakat terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana alam untuk tetap waspada karena potensi tanah longsor dan pergerakan tanah masih bisa terjadi akibat curah hujan yang masih tinggi selama beberapa pekan ke depan," katanya.

Pihaknya juga meminta warga segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana terutama saat hujan turun deras dengan intensitas tinggi saat petang hingga malam hari.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.