Gubernur Pramono Usul Haul Ulama Betawi Jadi Agenda HUT DKI, Bakal Digelar di Monas

Jumat, 27 Feb 2026, 20:35 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan agar penyelenggaraan haul bagi para ulama Betawi dijadikan agenda rutin dalam setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta pada bulan Juni. Usulan tersebut disampaikan saat berbuka puasa bersama warga di Masjid Jami Al Istiqomah, Jumat (27/2).

Menurut Pramono, para ulama Betawi memiliki kontribusi besar dalam menyebarkan agama Islam serta membangun fondasi kehidupan sosial keagamaan di Jakarta. Karena itu, ia menilai sudah semestinya jasa mereka dikenang secara kolektif dalam momentum resmi daerah.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan agar penyelenggaraan haul bagi para ulama Betawi dijadikan agenda rutin dalam setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta pada bulan Juni. Usulan tersebut disampaikan saat berbuka puasa bersama warga di Masjid Jami Al Istiqomah, Jumat (27/2). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Dalam setiap menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta pada bulan Juni, saya mengusulkan haul bagi ulama Betawi yang telah memberikan kontribusi besar dalam penyebaran agama Islam di Jakarta," tuturnya.

Pramono menjelaskan, tidak banyak provinsi yang memiliki kehidupan keagamaan sekuat Jakarta. Ia meyakini kondisi tersebut tidak terlepas dari peran ulama yang selama ini aktif dalam syiar Islam dan pembinaan umat di ibu kota.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar haul tersebut di Monas. Dengan jumlah ulama Betawi yang cukup banyak, kegiatan itu diperkirakan akan melibatkan sekitar 50 hingga 100 ulama untuk didoakan bersama.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga memperkuat relasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Ia meyakini hubungan yang harmonis antara ulama, umara, dan warga akan menciptakan ketenangan sosial di Jakarta.

"Sebagai Gubernur Jakarta, saya meyakini hubungan yang baik antara ulama, umara, dan masyarakat akan membawa ketenangan serta kesejukan bagi kita semua," ujarnya.

Selain usulan haul, Pramono juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga tingkat kelurahan. Program tersebut dirancang untuk menjaring potensi generasi muda dalam bidang tilawah Al-Qur’an secara lebih luas dan merata.

Ia menyebutkan, para pemenang MTQ nantinya akan mendapatkan hadiah umrah sebagai bentuk apresiasi. Skema ini diharapkan mampu mendorong partisipasi warga hingga tingkat RT dan RW serta memperkuat semangat pembinaan keagamaan di lingkungan permukiman.

"Ini akan jauh lebih meriah sekaligus menjaring bakat hingga tingkat kelurahan, kecamatan, bahkan mungkin RT/RW. Ini menjadi hal yang baik bagi kita semua," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengapresiasi peran Masjid Jami Al Istiqomah sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial warga. Ia menilai masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai ruang penguatan moral dan perekat persaudaraan masyarakat.

"Saya yakin ulama yang mendirikan masjid ini adalah sosok yang mendapat syafaat karena doa yang tidak pernah putus dari siapa pun yang datang ke tempat ini," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.