- Home
-
- Megapolitan
-
- BBPOM Jakarta Ajak Warga P...
BBPOM Jakarta Ajak Warga Pakai Aplikasi BPOM Mobile, Hindari Kosmetik Merkuri
Jumat, 27 Feb 2026, 13:15 WIBJAKARTA - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jakarta menggandeng Anggota DPR RI, Surya Utama, dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertema âPilih Kosmetik Aman untuk Hidup Sehat Berkualitasâ, Selasa (24/2/2026). Kegiatan yang digelar di Aula Masjid Jamiâ Al-Muharram, Komplek Sekretariat Negara RI, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diikuti lebih dari 300 warga Kelurahan Cipulir.
Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, menegaskan pentingnya peran masyarakat sebagai konsumen yang cerdas dan kritis. Menurutnya, penggunaan kosmetik yang hampir dilakukan setiap hari membuat aspek keamanan produk tidak boleh diabaikan sehingga masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih produk yang beredar di pasaran.
"Kosmetik digunakan hampir setiap hari oleh berbagai kalangan. Oleh karena itu, masyarakat harus memastikan produk yang digunakan telah memiliki izin edar, tidak mengandung bahan berbahaya, serta dibeli dari sarana resmi," ujarnya.
Dalam edukasi tersebut, BBPOM menekankan penerapan prinsip Cek KLIK, yaitu Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa, sebelum membeli atau menggunakan produk kosmetik. Prinsip sederhana ini dinilai efektif untuk membantu masyarakat menghindari produk ilegal maupun yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat.
Selain penyampaian materi, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile sebagai sarana pengecekan izin edar secara cepat dan praktis. Melalui fitur pemindaian kode batang, konsumen dapat langsung mengetahui legalitas produk yang beredar di pasaran.
Petugas BBPOM memberikan simulasi langsung mulai dari proses pengunduhan aplikasi hingga verifikasi nomor izin edar. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan terkait cara mengecek produk serta langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan dugaan pelanggaran.
Edukasi ini juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap klaim berlebihan yang kerap muncul di media sosial. Konsumen diimbau tidak mudah tergiur hasil instan tanpa memastikan keamanan dan legalitas produk terlebih dahulu.
Melalui kegiatan KIE tersebut, BBPOM berharap masyarakat semakin aktif berperan dalam pengawasan partisipatif. Kesadaran konsumen dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai peredaran kosmetik ilegal serta memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
- Perlindungan Konsumen
- Produk Kosmetik
- produk kecantikan
- Kosmetik
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
- BBPOM Jakarta
- edukasi konsumen
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
BKN Terapkan WFH, Efisiensi Birokrasi ASN Diklaim Meningkat hingga 33 Persen
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
LRT Jabodebek Tawarkan Tarif Mulai Rp5.000 Selama “Long Weekend”
-
Manchester City Jamu Liverpool, Arsenal Kejar Treble Winners di Perempat Final Piala FA
-
BPOM tindak pengedaran ilegal N2O
-
BPOM Perluas Pengawasan Obat Melalui Sosialisasikan Peraturan Nomor 5 Tahun 2026
-
Herbalife Perkuat Komitmen Syariah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.