Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Terus Menekan Isu Rudal Jelang Pembicaraan Baru dengan Iran di Jenewa

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
AS Terus Menekan Isu Rudal Jelang Pembicaraan Baru dengan Iran di Jenewa Doc: AFP/Valentin Flauraud
Ket. Menlu Iran Abbas Araghchi saat tiba di sela-sela putaran kedua pembicaraan AS-Iran di Jenewa, pada 17 Februari 2026.

Jenewa — Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan menggelar pembicaraan tidak langsung di Swiss pada Kamis (26/2), dengan tujuan mencapai kesepakatan guna mencegah konflik baru serta mengakhiri beberapa pekan ketegangan dan ancaman.

Dikutip dari AFP, putaran baru perundingan di Jenewa ini berlangsung setelah AS melakukan peningkatan besar kekuatan militer di kawasan tersebut, sementara Presiden Donald Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran apabila kesepakatan tidak tercapai.

Dalam pidato kenegaraan (State of the Union) pada Selasa (24/2), Trump menuduh Iran “mengejar ambisi nuklir yang berbahaya”. Ia juga mengklaim Teheran “telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan Amerika di luar negeri, serta sedang mengembangkan rudal yang dalam waktu dekat mampu menjangkau Amerika Serikat.”

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut klaim tersebut sebagai “kebohongan besar”. Jangkauan maksimum rudal Iran, berdasarkan informasi yang dipublikasikan Teheran, mencapai 2.000 kilometer (1.200 mil). Namun, Layanan Riset Kongres AS memperkirakan jangkauannya sekitar 3.000 kilometer atau kurang dari sepertiga jarak menuju wilayah daratan utama AS.

Perselisihan kedua negara terutama berkaitan dengan program nuklir Iran, yang oleh negara-negara Barat diyakini bertujuan mengembangkan bom atom, sementara Teheran menegaskan program tersebut bersifat damai.

Namun, AS juga mendorong agar pembahasan mencakup program rudal balistik Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok bersenjata yang bermusuhan dengan Israel. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa Iran juga harus bernegosiasi mengenai program rudalnya, dan menyebut penolakan Teheran membahas senjata balistik sebagai “masalah yang sangat besar” menjelang perundingan. Ia menambahkan bahwa “presiden menginginkan solusi diplomatik”.

Iran menolak membahas isu di luar program nuklir dan menuntut agar sanksi Amerika Serikat yang melumpuhkan ekonominya menjadi bagian dari setiap kesepakatan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (25/2), menyatakan memiliki “pandangan yang positif terhadap negosiasi” yang diharapkan dapat membawa situasi keluar dari kondisi “tidak perang dan tidak damai”.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi negaranya, menyebut perundingan tersebut sebagai “peluang bersejarah” dan menilai kesepakatan “sudah dalam jangkauan”. Dalam pernyataan kementerian luar negeri setelah bertemu mitranya dari Oman, Araghchi mengatakan keberhasilan negosiasi bergantung pada keseriusan pihak lain serta menghindari sikap dan posisi yang saling bertentangan.

AS akan diwakili utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump yang menikah dengan putrinya, Ivanka. Kedua negara sebelumnya telah menggelar pembicaraan awal bulan ini di Oman yang menjadi mediator, lalu melanjutkan putaran kedua di Jenewa pekan lalu.

Upaya negosiasi sebelumnya gagal setelah Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada Juni lalu, memicu perang selama 12 hari yang sempat diikuti Washington dengan pemboman fasilitas nuklir Iran.

Ketegangan baru kembali muncul pada Januari setelah Teheran melakukan penindakan keras terhadap gelombang demonstrasi besar, yang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi republik Islam tersebut sejak berdiri. Trump beberapa kali mengancam akan melakukan intervensi untuk “membantu” rakyat Iran.

Bersiap Perang

Peneliti senior keamanan Timur Tengah di International Institute for Strategic Studies, Emile Hokayem, menilai kawasan saat ini “tampaknya bersiap menghadapi perang”. Pada Januari, sejumlah negara Timur Tengah berupaya keras meyakinkan Amerika agar tidak menyerang Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Dinas Kebudayaan DKI Manfaa...
Daerah
Waspadai Banyak Kosmetik Il...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.