Papua Makin Cashless, BI Catat 41,9 Juta Transaksi QRIS Sepanjang 2025
Kamis, 26 Feb 2026, 15:30 WIBJAYAPURA â Transaksi menggunakan (Quick Response Code Indonesia Standard/ QRIS) di Papua kian menunjukkan tren peningkatan, seiring meluasnya adopsi pembayaran digital di berbagai lapisan masyarakat.
Peningkatan ini tidak hanya terjadi di pusat kota seperti Jayapura, tetapi juga mulai merambah wilayah kabupaten, didorong oleh ekspansi jaringan perbankan dan edukasi literasi keuangan.
Secara analitis, tingginya minat terhadap QRIS mencerminkan perubahan perilaku transaksi dari tunai ke non-tunai, terutama di kalangan pelaku UMKM dan generasi muda.
QRIS dinilai praktis, efisien, serta memperluas akses pasar karena memudahkan konsumen dalam bertransaksi tanpa batasan uang fisik.
Di sisi lain, peningkatan transaksi digital ini juga berpotensi memperkuat inklusi keuangan di Papua, wilayah yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan keuangan.
Jika diimbangi dengan penguatan infrastruktur digital dan perlindungan konsumen, tren ini dapat menjadi fondasi penting bagi percepatan transformasi ekonomi daerah.
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) menyebutkan transaksi menggunakan kode respons cepat standar Indonesia (Quick Response Code Indonesia Standard/QRIS) di Papua sepanjang 2025 telah mencapai lebih dari 41,9 juta transaksi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono di Jayapura, Kamis (26/2), mengatakan capaian tersebut didukung oleh 271 ribu merchant serta 221 ribu pengguna yang tersebar di berbagai wilayah Papua.
"Angka tersebut menunjukkan tren positif digitalisasi sistem pembayaran di Tanah Papua sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi nontunai," katanya.
Menurut Warsono, untuk itu BI terus mengoptimalkan momentum Ramadhan 1447 Hijriah untuk mendorong percepatan penggunaan QRIS dan penguatan ekonomi syariah melalui rangkaian kegiatan Syiar Halal Fair (SHAFAR) 2026 di Kota Jayapura.
âPada Jumat (20/2) Bank Indonesia menggelar kegiatan Syiar Halal Fair (SHAFAR) 2026 dengan melibatkan 14 tenant produk halal yang dipusatkan di salah satu masjid di Kota Jayapura di mana pada kegiatan tersebut kami meminta agar transaksi dilakukan secara QRIS," ujar dia.
Dia menjelaskan apalagi di momen Ramadhan merupakan periode dengan intensitas transaksi yang tinggi sehingga menjadi peluang strategis untuk memperluas adopsi transaksi digital, khususnya di sektor usaha halal dan rumah ibadah.
"Di kegiatan tersebut ada juga edukasi penggunaan QRIS, kemudian menggelar lomba akuisisi merchant QRIS, talkshow penguatan ekosistem halal melalui literasi dan sertifikasi, serta edukasi pelindungan konsumen dan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah," katanya lagi.
Dia menambahkan integrasi ekonomi syariah dan digitalisasi sistem pembayaran menjadi langkah penting dalam memperluas inklusi keuangan di Papua sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
"Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan, kami turut menghadirkan Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat di tengah meningkatnya permintaan. Kami berharap akselerasi penggunaan QRIS selama Ramadhan tidak hanya bersifat musiman, tetapi menjadi kebiasaan baru masyarakat dalam bertransaksi secara cepat, mudah, murah, dan aman.
- Transaksi QRIS
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pembayaran QRIS pasar seni di Solo
-
Zelensky Siap Bekerja Sama dengan AS untuk Akhiri Perang Ukraina
-
Peta Persaingan Dompet Digital 2026: Apa E-Wallet Terpopuler Pilihan Gen Z?
-
BBPOM Temukan Enam Produk Berbahaya di Pasar Kreneng
-
Praktis, Aman, dan Nyaman Bertransaksi secara Digital, Bank Muamalat Catat Transaksi QRIS Tumbuh Dua Digit
-
Bupati dan Walikota se-Bali Menuju Lokasi Retret, Wayan Koster Belum Berangkat
-
Masyarakat Papua Diimbau Gunakan Hak Pilih di PSU
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.