Menkeu Purbaya Suntik Rp76 Triliun! Kredit Perbankan Diprediksi Melejit ke Double Digit Awal 2026

Jumat, 21 Nov 2025, 04:30 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan kredit perbankan kembali menguat mendekati double digit pada Januari 2026, seiring langkah pemerintah menempatkan tambahan dana Rp76 triliun untuk mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil.

Purbaya menilai injeksi likuiditas tersebut akan mulai berdampak lebih jelas pada Desember 2025 dan menguat pada awal tahun mendatang.

Ket. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan usai konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (21/11). — Sumber: ANTARA/Bayu Saputra

Usai konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis, Menkeu Purbaya menjelaskan perlambatan kredit perbankan yang terjadi beberapa bulan terakhir bukan indikasi pelemahan fundamental, melainkan dinamika normal yang turut dipengaruhi perlambatan pertumbuhan uang.

"Kita lihat kan, tadinya (kredit) naik, agak turun sedikit karena uangnya pertumbuhannya melambat juga, dari 13 (persen) turun ke 7 (persen). Makanya saya injek lagi Rp76 triliun tadi untuk mendorong lagi," kata Menkeu Purbaya.

Ia menegaskan proses transmisi likuiditas membutuhkan waktu, termasuk melalui mekanisme proses efek pengganda uang atau money multiplier effect di perbankan

"Tapi yang jelas kita lihat nanti trennya seperti apa ke depan. Kalau saya pikir sih akan lebih kuat lagi ke depan, karena kalau kita lihat ekonomi sudah mulai kelihatan (membaik) di mana-mana kan," ucap Menkeu.

Adapun pemerintah sebelumnya telah menempatkan dana Rp200 triliun di bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Kemudian per 10 November 2025 pemerintah kembali menempatkan dana Rp76 triliun ke Himbara dan Bank Jakarta, masing-masing Rp25 triliun untuk BRI, Mandiri, dan BNI serta Rp1 triliun untuk Bank Jakarta.

Penempatan dana tersebut memperkuat likuiditas domestik, tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang stabil di level 11,5 persen pada Oktober 2025. Namun, pertumbuhan kredit justru melambat menjadi 7,36 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan 7,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

  • menteri keuangan
  • purbaya yudhi sadewa
  • menkeu purbaya
  • kredit perbankan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.