Anak Gen Z Harus Siap Jadi SDM Unggul

Selasa, 24 Feb 2026, 01:35 WIB

TANGERANG - Indonesia memerlukan banyak SDM unggul. Ini akan diambil dari gen z. “Untuk itu, gen z harus berani menjadi SDM unggul,” tandas Bupati Tangerang, Banten, Moch Maesyal Rasyid, Senin (23/2).

Dia mendorong agar generasi muda atau gen Z untuk berani dan lebih percaya diri menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul serta berkualitas di tengah pesatnya persaingan ilmu teknologi saat ini. “Kalian generasi yang akan mengisi pembangunan di Kabupaten Tangerang, di provinsi, bahkan di tingkat nasional. Maka harus berani, percaya diri, dan punya kualitas,” ucap Bupati Maesyal di Tangerang, Senin.

Ket. Foto: Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Tangerang

Ia menegaskan peningkatan kualitas SDM merupakan modal utama agar generasi muda mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Untuk itu dia berharap kegiatan pembinaan generasi mudah selama puasa bisa menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan kapasitas generasi muda, baik intelektual dan mental maupun spritualnya.

Ia meminta agar seluruh generasi muda di Kabupaten Tangerang untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan, termasuk dalam penguasaan ilmu. Keberanian untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat, kata dia, dinilai sebagai bagian penting dalam membangun SDM unggul.

“Kalau punya kemampuan, jangan takut tampil. Jangan takut angkat tangan. Orang cerdas itu harus berani menyampaikan untuk kebaikan dan kebenaran,” ucap Bupati Maesyal.

Dia juga menekankan bahwa pada momen puasa ini merupakan momen terbaik untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun intelektual. “Puasa adalah bulan penuh pahala. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan sesuai niat dan keikhlasan kita. Ini kesempatan membentuk pribadi yang kuat, berilmu, dan berakhlak,” kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Disdik

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Banten mengimbau kepada sekolah untuk mengurangi aktivitas pembelajaran yang bersifat fisik, baik intra maupun ekstrakurikuler selama bulan puasa.

“Selama puasa, kegiatan diarahkan pada aktivitas yang lebih ringan, menyenangkan, serta dapat dikerjakan bersama keluarga di rumah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar di Tangerang, Senin.

Wahyudi mengatakan berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan yang mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, telah dilakukan penyesuaian jam belajar bagi seluruh satuan pendidikan selama bulan puasa.jika sebelumnya setiap jam pelajaran berlangsung 40 menit, selama bulan puasa dikurangi menjadi maksimal 30 menit atau rata-rata 25 menit per mata pelajaran.

Untuk jadwal pembelajaran, siswa sesi pagi mulai belajar pukul 07.30 WIB. Sementara sesi siang dimulai pukul 12.30 WIB. Selebihnya, pembelajaran disesuaikan dengan jadwal yang berlaku di satuan pendidikan,l.

Selain jam belajar siswa, jam kerja tenaga pendidik dan kependidikan juga ikut disesuaikan menjadi dua sesi, yaitu pagi dan siang, sesuai dengan pengaturan dalam surat edaran tersebut. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.