3.100 Sapi Australia Tiba, Gubernur Pramono Jamin Stok Daging Jakarta Aman

Senin, 23 Feb 2026, 15:40 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok daging sapi di ibu kota dalam kondisi aman dan harga tetap stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Kepastian tersebut disampaikan saat meninjau kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2).

Menurut Pramono, komoditas pangan seperti daging, cabai, dan beras kerap menjadi penyumbang inflasi saat Ramadan dan Lebaran. Dengan masuknya sapi impor dari Australia, pemerintah berharap tekanan harga daging dapat ditekan agar tidak mengalami lonjakan signifikan.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok daging sapi di ibu kota dalam kondisi aman dan harga tetap stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Kepastian tersebut disampaikan saat meninjau kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Faktor inflasi di Jakarta biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras. Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan," jelasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya resmi menerima kedatangan sapi impor sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga. Hingga saat ini, sebanyak 3.100 ekor sapi telah tiba dari total 7.500 ekor yang direncanakan dalam tahap awal pengadaan.

Pramono menyebut impor ini menjadi momentum penting karena setelah 28 tahun Jakarta tidak melakukan impor sapi langsung dari Australia. Kepercayaan yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta dinilai sebagai bukti kesiapan daerah dalam mengelola pasokan daging secara mandiri dan profesional.

"Kami memiliki kerja sama sister city dengan beberapa kota di Australia, dan itu ikut memperkuat hubungan serta kepercayaan yang ada. Dengan dasar kerja sama tersebut, proses impor ini dapat berjalan lebih baik dan terkontrol," ungkapnya.

Ia menegaskan seluruh prosedur harus dipenuhi secara ketat, terutama terkait aspek kesehatan dan kelayakan ternak. Pemeriksaan dilakukan sebelum keberangkatan dari Australia maupun setelah sapi tiba di Jakarta untuk memastikan keamanan pangan masyarakat.

"Kami sudah mendapatkan laporan bahwa sapi yang datang dari Australia dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku. Dari sekitar 2.000 ekor yang sudah tiba sebelumnya, tidak ada satu pun yang terindikasi sakit," tegasnya.

Terkait ketersediaan stok, Pramono menyebut cadangan daging saat ini mencapai sekitar 1.000 ton dan dapat diperkuat melalui mekanisme repeat order bila diperlukan. Untuk sapi hidup, stok di kandang Dharma Jaya tercatat sekitar 1.500 ekor, termasuk 590 ekor yang baru diturunkan.

Kebutuhan daging sapi dan kerbau di DKI Jakarta rata-rata mencapai 65 ton per hari dan meningkat sekitar 4 persen saat hari besar keagamaan. Masyarakat dapat memantau perkembangan stok dan harga melalui sistem Info Pangan Jakarta yang terintegrasi dengan aplikasi JAKI.

"Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sekaligus menggantikan sebagian sapi yang akan dipanen bulan ini. Jadi, pasokan tetap aman dan terjaga," ucapnya.

Selain impor, Pemprov DKI Jakarta juga memproses rencana pengelolaan lahan rumput di Ciangir untuk mendukung penggemukan sapi secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan memperkuat kemandirian pasokan daging Jakarta dalam jangka panjang.

"Jika ini berjalan baik, kebutuhan Jakarta bisa lebih banyak dikelola secara langsung oleh Dharma Jaya. Kami ingin Jakarta semakin mandiri dalam penyediaan daging," ujarnya.

Pramono turut mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan strategis Jakarta. Menurutnya, stabilitas pasokan tidak hanya penting bagi warga ibu kota, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

"Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang ikut mendukung program ketahanan pangan Jakarta," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.