• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tekan Sampah Makanan, Arto...

Tekan Sampah Makanan, Artotel Group Adopsi Teknologi Ekonomi Sirkular dari Surplus Indonesia

Minggu, 22 Feb 2026, 15:25 WIB

JAKARTA – PT Ekonomi Sirkular Indonesia (Surplus Indonesia), startup penyelamatan makanan, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Artotel Group sebagai mitra dalam aplikasi Surplus. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam menekan angka sampah makanan (food waste) sekaligus mendorong praktik keberlanjutan di industri perhotelan Indonesia.

Melalui kerja sama ini, jaringan hotel dan unit bisnis di bawah Artotel Group dapat memanfaatkan aplikasi Surplus untuk mendistribusikan makanan berlebih yang masih layak konsumsi kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Ket. Foto: Aplikasi penyelamatan makanan berlebih Surplus Indonesia. Artotel Group dan Surplus Indonesia resmi berkolaborasi selamatkan makanan berlebih! Tekan food waste di industri perhotelan melalui solusi ekonomi sirkular. — Sumber: Surplus Indonesia

Sebagai platform teknologi berbasis dampak sosial, Surplus Indonesia terus menghubungkan pelaku usaha makanan dengan konsumen. Sementara itu, Artotel Group dikenal sebagai perusahaan manajemen hotel kreatif yang mengedepankan konsep seni, gaya hidup modern, serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan.

CEO Surplus Indonesia, Agung Saputra, menambahkan bahwa kemitraan ini membuktikan sektor perhotelan memiliki peran besar terhadap masalah food waste. “Bersama Artotel Group, kami optimis dapat memperluas dampak positif Surplus sekaligus menjadikan Indonesia contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di industri hospitality Asia Tenggara,” jelas Agung melalui siaran pers pada hari Jumat (20/2).

Erastus Radjimin, Founder & CEO Artotel Group menuturkan pihaknya  menyambut kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya operasional yang lebih bertanggung jawab. Sebagai perusahaan hospitality yang mengedepankan kreativitas dan keberlanjutan, kampercaya setiap langkah kecil dapat memberikan dampak besar.

“Kolaborasi ini diharapkan membangun ekosistem perhotelan yang lebih peduli terhadap pengelolaan limbah, terlebih kami merupakan perusahaan hospitality Indonesia yang telah bersertifikasi Global Sustainable Tourism Council (GSTC),” ungkapnya.

Agung menambahkan, kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi sinergi dua entitas dengan visi serupa, tetapi juga mencerminkan kuatnya komitmen industri untuk mendukung praktik ekonomi sirkular.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi pemicu bagi lebih banyak pelaku industri untuk berkontribusi mengurangi food waste. Jika semakin banyak pihak terlibat, maka dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dihasilkan akan jauh lebih besar,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini, Surplus Indonesia telah berhasil menyelamatkan lebih dari 400.000 produk makanan, mencegah potensi kerugian ekonomi senilai lebih dari 1 juta USD, serta mengurangi emisi hampir 10 juta kg CO2e dari tempat pembuangan akhir. Dampak ini telah dirasakan langsung oleh lebih dari 1.500.000 pengguna.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.