Survei Indekstat: Ekonomi Jadi PR Terbesar Pemerintah Meski Kepuasan Publik Tembus 79%
Minggu, 22 Feb 2026, 01:00 WIBJakarta - Survei Indekstat menunjukkan persoalan ekonomi masih menjadi isu paling mendesak yang harus diselesaikan pemerintah di tengah tingginya tingkat kepuasan publik terhadap 16 bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Indekstat Ali Mahmudin memaparkan sebanyak 63,8 persen responden mengatakan hal tersebut jauh mengungguli persoalan sosial keamanan dan politik hukum masing-masing sebanyak 10,8 persen; pendidikan 5,3 persen; dan pertanian 3,2 persen.
"Permasalahan yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan dan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi pemerintah, bahkan sejak era pemerintahan Jokowi-Maâruf pada periode 2019-2024 lalu," kata Ali dalam acara Rilis Survei Nasional Indekstat, yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu (21/2).
Jika dibedah lebih dalam, dia mengungkapkan ada tiga isu teratas yang sangat mengakar di masyarakat. Pertama, sulitnya mencari pekerjaan atau banyaknya pengangguran di angka 19,7 persen.
Kemudian, disusul dengan meningkatnya angka kemiskinan sebesar 19,6 persen dan mahalnya harga kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak (BBM) dan sembako sebesar 15,2 persen.
Menurut Ali, persoalan lapangan pekerjaan dan tingginya angka pengangguran ini bukanlah hal baru, melainkan PR yang terus berlanjut.
Meski demikian, dirinya menyampaikan selama 16 bulan memegang pemerintahan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Prabowo-Gibran menembus angka 79,2 persen.
Selain itu, tercatat setidaknya sebanyak empat dari delapan program kerja Prabowo-Gibran mendapatkan tingkat kesadaran yang cukup baik dari responden.
"Program kerja tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis atau MBG 95,2 persen; Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 82,4 persen, Cek Kesehatan Gratis 69,6 persen, dan Koperasi Merah Putih 51 persen," ucap dia.
Adapun pengumpulan data survei Indekstat dilakukan pada rentang 11â25 Januari 2026 yang melibatkan 1.200 responden berusia 17 tahun ke atas di 38 provinsi secara proporsional. Survei memiliki tingkat toleransi kesalahan atau margin of error (MoE) sebesar 2,9 persen.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.