Pemerintah Kabupaten Bintan Bangun Dermaga di Pulau Mantang, Akses Warga Kini Makin Lancar

Minggu, 22 Feb 2026, 22:20 WIB

BINTAN – Kabar baik datang untuk warga Pulau Mantang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Provinsi Kepulauan Riau akhirnya merealisasikan pembangunan dermaga atau pelabuhan masyarakat di pulau tersebut.

Bagi warga Mantang yang sehari-hari mengandalkan transportasi laut, kehadiran dermaga ini tentu jadi angin segar. Aktivitas keluar-masuk barang dan penumpang kini diharapkan lebih lancar, aman, dan nyaman. Tak perlu lagi waswas saat cuaca kurang bersahabat atau saat arus laut sedang tinggi.

Ket. Foto: Dermaga Mak Yong di Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Kepri, resmi dioperasikan, Minggu (22/2/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Bintan

Dermaga ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi juga jadi penghubung harapan. Dengan akses yang lebih baik, roda perekonomian warga diyakini bisa ikut bergerak lebih cepat—mulai dari nelayan, pedagang, hingga pelaku usaha kecil di pulau tersebut.

Langkah ini juga menjadi bukti perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat pesisir. Pelan tapi pasti, pembangunan infrastruktur seperti ini diharapkan bisa makin mendekatkan pelayanan dan membuka peluang baru bagi warga Pulau Mantang.

"Alhamdulillah, dermaga ini telah kita resmikan dan bisa digunakan seluruh masyarakat," kata Bupati Bintan Roby Kurniawan saat peresmian dermaga yang diberi nama 'Mak Yong' di Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang, Minggu (22/2).

Peresmian tersebut sejalan dengan kegiatan safari Ramadhan 1447 Hijriah di Pulau Mantang. Roby menyebut dermaga ini menjadi salah satu dermaga utama dan terbesar dalam menunjang aktivitas masyarakat Mantang secara keseluruhan.

Usulan rehabilitasi dermaga yang dinantikan warga selama bertahun-tahun itu akhirnya masuk dan mendapat skala prioritas dalam usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan, kemudian langsung direalisasikan pada akhir tahun 2025.

Selain itu, Roby mengungkapkan banyak pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan di Mantang, seperti akses jalan lingkar, fasilitas umum hingga Kapal Puskesmas Keliling yang mendukung layanan kesehatan masyarakat.

"Fokus utama dan prioritas kita arahkan ke perbaikan dermaga utama yang menjadi akses vital. Sudah bertahun-tahun masyarakat menantikan untuk dermaga ini bisa dioptimalkan," ujar Roby.

Dermaga kebanggaan masyarakat Mantang ini kini dilengkapi dengan bangunan gedung yang menjadi ruang tunggu bagi masyarakat, termasuk fasilitas kursi tunggu, pagar pembatas hingga toilet umum.

Akses vital ini diharapkan dapat memberi kenyamanan dalam memperlancar arus mobilitas serta logistik masyarakat setiap harinya.

Roby turut berpesan kepada masyarakat Mantang agar aset masyarakat tersebut dapat dijaga dan dipelihara bersama. Dermaga Mak Yong ini diharapkan bisa memberi manfaat jangka panjang dari generasi ke generasi.

"Jaga dan rawat fasilitas ini supaya bisa terus dimanfaatkan oleh masyarakat," ucap Roby.

Roby turut menambahkan nama Mak Yong yang melekat pada dermaga ini bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Mantang bahkan Kepri dan dunia luar.

Mak Yong merupakan seni teater tradisional masyarakat Melayu asli Mantang yang hingga kini tetap dilestarikan secara turun-temurun.

Meski Mak Yong juga terdapat di serumpun Melayu lainnya seperti Malaysia dan Thailand bagian selatan, namun seni Mak Yong di Mantang merupakan satu-satunya yang memiliki ciri khas dengan menggunakan topeng dan identik dengan tokoh bernama Awang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.