Stunting di Pangkalpinang Berkurang Jadi 200 Balita

Sabtu, 21 Feb 2026, 10:55 WIB

Pangkalpinang -- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan kasus balita stunting di daerah itu tersisa 200 anak atau berkurang dibandingkan 2024 sebanyak 600 anak.

"Alhamdulillah, kasus anak stunting terus mengalami penurunan," kata Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang Agustu Affendi di Pangkalpinang, Sabtu.

Ket. Foto: Ibu menyusui di Kota Pangkalpinang menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B. — Sumber: ANTARA/Aprionis

Ia mengatakan, berdasarkan data Oktober 2025 jumlah anak stunting berkurang menjadi tinggal hanya 200 balita.

"Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, menyusui, dan balita (3B) memberikan dampak yang positif dalam menekan dan menangani anak yang mengalami kekurangan gizi ini," ujarnya.

Ia menyatakan saat ini jumlah penerima MBG 3B di Kota Pangkalpinang sebanyak 4.726 orang terdiri atas ibu hamil 470 orang, ibu menyusui 647 orang, dan sebanyak 3.609 balita.

"Program MBG 3B ini akan terus ditingkatkan agar Kota Pangkalpinang bebas stunting," katanya.

Menurut dia MBG 3B merupakan Program Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan stunting, guna menciptakan generasi berkualitas untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.

"Penurunan angka stunting ini butuh penelitian lebih lanjut, apakah penurunan ini dampak MBG atau ada faktor lainnya, karena tidak mungkin juga balita penerima MBG hari ini bisa langsung tidak stunting," katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.