Kaltim Gandeng Lintas Sektor Konservasi Penyu di Kepulauan Derawan

Sabtu, 21 Feb 2026, 10:45 WIB

Samarinda -- Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng lintas sektor, mulai pemerintah pusat, kabupaten, lintas provinsi, lembaga swadaya masyarakat, dan warga lokal, dalam melakukan konservasi penyu hijau di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau.

"Warga lokal perlu dilibatkan dalam pelestarian penyu hijau, karena partisipasi masyarakat menjadi kunci penting keberhasilan konservasi dalam jangka panjang," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim Irhan Hukmaidy di Samarinda, Sabtu.

Ket. Foto: Salah satu penyu hijau di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim. — Sumber: ANTARA/ HO- YKAN

Ia menyebut bahwa konservasi tidak bisa hanya bergantung pada regulasi, sehingga ketika masyarakat dilibatkan langsung dan memiliki kapasitas serta rasa memiliki, upaya perlindungan sumber daya pesisir maupun laut akan lebih cepat berhasil

Sebagai habitat peneluran penyu hijau terbesar di Asia Tenggara, lanjutnya, Kabupaten Berau memegang peran strategis dalam konservasi global.

Sedangkan untuk memperkuat peran masyarakat, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama DKP Kaltim dan Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, melalui Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (Somacore) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pemantauan Penyu.

Coral Reef Specialist YKAN, Rizya Ardiwijaya mengatakan Bimtek tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS), digelar pada 3–7 Februari 2026.

Program Somacore didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMUKN) melalui International Climate Initiative (IKI), serta dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri atas 10 organisasi nasional, regional, dan internasional di enam negara Segitiga Terumbu Karang.

Hasil survei menunjukkan beberapa pantai di kawasan KKP3K KDPS menjadi lokasi pendaratan dan peneluran penyu yang aktif sepanjang tahun, dengan puncak aktivitas pada bulan Juni hingga Agustus.

Namun, intensitas aktivitas manusia di wilayah pesisir kerap menjadikan kawasan ini kurang ideal bagi penyu untuk mendarat dan bertelur dengan aman.

"Penyu sangat sensitif terhadap aktivitas manusia. Gangguan kecil saja dapat membuat penyu gagal bertelur, maka perlindungan pantai peneluran harus melibatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas langsung di wilayah tersebut," ujar Rizya Ardiwijaya.

Ia menjelaskan Bimtek tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat melalui pendekatan citizen science. Sekitar 60 peserta yang berasal dari kelompok nelayan dan warga pesisir di Kecamatan Biduk-Biduk, Kecamatan Batu Putih, dan Kecamatan Maratua, mengikuti bimbingan intensif yang mencakup pengenalan biologi dan ekologi penyu, identifikasi spesies, daur hidup penyu, ancaman konservasi, hingga teknik pemantauan pantai peneluran dan pengelolaan data.

Selain pemaparan materi, peserta juga melakukan praktik langsung di lapangan, seperti identifikasi jejak penyu, pencatatan sarang, serta simulasi pengambilan dan pengorganisasian data menggunakan perangkat aplikasi berbasis Android.

  • Konservasi Penyu

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.