Presiden Setujui Penambahan Hingga 70 Ribu Polhut untuk Amankan Hutan Nasional

Jumat, 20 Feb 2026, 05:15 WIB

Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan hingga 70 ribu polisi kehutanan (polhut) untuk memperkuat pengamanan 125 juta hektare kawasan hutan nasional yang selama ini kekurangan personel.

"Saya sudah dua kali menghadap Pak Presiden dan beliau setuju untuk ada penambahan polhut," kata Menhut di Jakarta, Kamisv(19/2).

Ket. Foto: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjawab pertanyaan awak media saat ditemui di sela acara Lesson Learned Workshop bertajuk "Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera" di Jakarta, Kamis (19/2). — Sumber: Antara

Ia mengungkapkan berdasarkan dua kali menghadap Presiden untuk membahas penambahan Polhut, dari rencana awal peningkatan menjadi 21.000 personel, Presiden meminta rasio yang lebih ideal dalam pengamanan kawasan hutan.

Jika sebelumnya rasio terbaik yang diusulkan adalah satu petugas untuk 2.500 hektare, lanjut Menhut, Presiden memutuskan target lebih ideal yakni satu petugas untuk 2.000 hektare. Keputusan tersebut berdampak pada rencana penambahan hingga sekitar 70.000 polhut, meski realisasinya masih memerlukan proses birokrasi dan penyesuaian regulasi.

"Terakhir ketika di London, saya mengatakan begitu, kira-kira berapa yang ideal? Beliau bertanya berapa yang ideal? Ya, saya katakan di best practice dunia 1 banding 2.500 (hektare)," ujarnya.

"Tapi beliau (Presiden) malah kemudian mengambil keputusan kita coba lebih ideal lagi 1 banding 2.000. Satu orang mengamankan 2.000 ha. Dan, itu menambah sekitar 70.000 polhut dan sekarang juga sedang berproses," tambah Menhut.

Dia menyampaikan pengamanan 125 juta hektare kawasan hutan nasional hampir mustahil dilakukan secara optimal dengan kondisi sumber daya manusia dan pendanaan yang terbatas. Saat ini, luas kawasan tersebut hanya dijaga sekitar 4.800 polhut,

Dengan jumlah itu, rata-rata satu polhut harus mengamankan sekitar 25.000 hektare hutan. Selain jumlah yang minim, sebagian personel juga telah memasuki usia yang tidak lagi produktif, sehingga beban pengawasan menjadi semakin berat.

Kondisi di daerah memperlihatkan ketimpangan serupa. Di Aceh, misalnya, kawasan hutan mencapai sekitar 3,5 juta hektare, sementara jumlah polhut yang tersedia 63 orang untuk mengawasi seluruh kawasan tersebut.

Di Bengkulu, luas hutan produksi dan hutan lindung tercatat sekitar 900.000 hektare yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun dukungan anggaran pengamanannya dinilai sangat terbatas.

Alokasi anggaran yang diberikan untuk pengamanan hutan di Bengkulu disebut sekitar Rp50 juta. Bahkan dana yang dikelola langsung di tingkat dinas hanya sekitar Rp9 juta, sementara sisanya dialokasikan ke unit lain seperti Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Menhut menilai struktur otonomi daerah membuat sektor kehutanan diposisikan sebagai urusan opsional, sehingga alokasi anggaran sangat bergantung pada prioritas pemerintah daerah dan tidak selalu mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.

Selain penambahan personel, pemerintah juga merencanakan pembentukan Balai Gakkum di setiap provinsi agar penegakan hukum kehutanan lebih cepat dan responsif.

Selama ini, di Sumatera misalnya, hanya terdapat satu Balai Gakkum, sehingga koordinasi penanganan kasus kehutanan antarprovinsi menjadi kurang efisien.

Ia berharap reformasi struktural tersebut mampu memperkuat kehadiran negara dalam melindungi hutan, sekaligus tetap melibatkan masyarakat sebagai mitra strategis penjaga kawasan.

  • polisi hutan

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebun Kopi Aceh Tengah Bangkit! Pemerintah Tancap Gas Rehabilitasi Ribuan Hektare Lahan Terdampak Bencana

Gemarikan Cegah "Stunting" Digencarkan Forikan Kalbar untuk Bangun Generasi Indonesia Emas 2045

Perikanan Lokal Cirebon Didorong Lebih Kompetitif, Jangkauan Pemasaran Diperluas

Permintaan Global Membaik, Industri Tekstil Indonesia Berpeluang Perkuat Ekspor

Trans Jateng Ekspansi! Rute Magelang–Temanggung Siap Beroperasi pada 2027

Nusantara Spotlight 2026 Siapkan Panggung bagi Generasi Muda Menembus Industri Modeling

LAKON Indonesia Tutup JF3 Fashion Festival 2026 Lewat Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Proses Berkarya

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Didorong Jadi Penggerak "Sport Tourism" dan Dongkrak Ekonomi Jakarta

Tak Semua Kelainan Refraksi Membutuhkan Tindakan yang Sama, Pemeriksaan Kornea Jadi Kunci

Disnaker Kota Bandung Kembali Buka Job Fair Future Connect 2026

Wali Kota: Pemkot Bandung Bertekad Percepat Transformasi Koperasi

Mantap! WhatsApp Web Kini Bisa Telepon dan Video Call Langsung dari Browser, Gak Pakai Unduh Aplikasi

IHSG Hari Ini Gagal Bangkit, Gejolak Global dan Faktor Domestik Bikin Pasar Tertekan

Kementrans Kucurkan Rp226 Miliar, Transmigrasi Patriot Tak Lagi Sekadar Pindah Penduduk

PT Angkasa Pura: Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Pesawat Boeing 737-800

FUJIFILM Indonesia Dukung Skrining Hepatitis B dan C dengan Teknologi USG untuk Deteksi Dini Penyakit Hati.

Semester I-2026 Moncer, BKPM Ungkap Tren Investasi Jepang Makin Agresif Masuk Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.