Warga Bekasi Desak Pemprov Jabar Segera Perbaiki Jalan KH Ma'mun Nawawi yang Rusak Parah
Kamis, 19 Feb 2026, 02:00 WIBKabupaten Bekasi - Warga Kabupaten Bekasi mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat segera memperbaiki Jalan Kyai Haji (KH) Ma'mun Nawawi, salah satu jalur utama dan strategis yang kini dalam kondisi rusak parah dan memicu kemacetan di salah satu ruas terpadat di wilayah tersebut.
Jalan provinsi yang menjadi jalur utama penghubung Kabupaten Bekasi dengan Bogor dan berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Barat itu telah bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa perbaikan menyeluruh. Kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari di jalur penghubung kawasan permukiman dan sentra industri di wilayah selatan Kabupaten Bekasi tersebut.
Karyawati swasta yang setiap hari melintasi jalan itu, Ika (28), mengaku resah dan khawatir terhadap kondisi jalan yang kian memburuk.
"Saya setiap hari lewat Jalan Kyai Haji Ma'mun Nawawi. Dulu namanya Jalan Cikarang-Cibarusah. Pas masih nama lama sudah rusak, ganti nama semakin rusak. Pemerintah seperti tutup mata terhadap keluhan kami," katanya di Cikarang, Rabu (18/2).
Keluhan serupa disampaikan Rahmat (35), pengendara lain yang kerap melintas. Ia menilai kondisi jalan di daerah penyangga Ibu Kota itu memprihatinkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terjadi di sejumlah titik. Di Kampung Pasirkonci, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, tepat setelah turunan jalan layang Pasirkonci, badan jalan rusak hampir di seluruh bagian. Lapisan beton terkelupas dan menyisakan tanah bercampur pasir. Saat cuaca panas, debu beterbangan, sedangkan ketika hujan, lubang-lubang jalan tergenang dan menyerupai kolam.
Kerusakan juga ditemukan di bundaran bawah jalan layang Tegal Gede, masih di Desa Pasirsari. Beton jalan terbelah dan menyisakan lubang cukup dalam. Pada jam sibuk, titik ini menjadi sumber kemacetan karena pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan. Kondisi makin berbahaya pada malam hari akibat minimnya penerangan jalan.
Titik kerusakan lain berada di dekat pertigaan Kampung Randu, Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru. Menurut Ikbal (37) jalur tersebut sudah dapat dikatakan sangat berbahaya karena terjadi tiga kecelakaan di titik yang sama pada Oktober tahun lalu.
Jalan KH Ma'mun Nawawi yang membentang sepanjang 26 kilometer merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan, mulai dari kendaraan pekerja industri hingga kendaraan bertonase besar.
Pada 2023, ruas di wilayah Cikarang Selatan sempat diperlebar sepanjang 2,3 kilometer. Namun setelah itu tidak ada tindak lanjut signifikan, sementara minimnya pemeliharaan membuat kondisi jalan semakin rusak.
Camat Cikarang Selatan Muhammad Said mengakui banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut. Namun, ia menyebut perbaikan terkendala kewenangan administratif karena ruas tersebut berada di bawah tanggung jawab Pemprov Jawa Barat.
"Sudah masuk sejumlah keluhan ke kita. Sejauh ini makin rusak dan belum ada langkah kongkret perbaikan dari pemerintah provinsi Jawa Barat," katanya.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat agar perbaikan segera dilakukan sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas keseharian dengan lebih aman, nyaman dan tidak dihantui risiko celaka akibat jalan berlubang.
- Kabupaten Bekasi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Serangan Iran Terhadap Target Energi di Teluk Picu Kembali Lonjakan Harga Minyak
-
Kabupaten Bekasi Siaga Kemarau, Dinas Pertanian Pemetaan Lahan Rawan Kekeringan Diperketat
-
Gubernur BI Sebut Volume Transaksi Pembayaran Digital Tumbuh 40,35 Persen
-
Kevin Durant Tembus Sejarah NBA, Rekor Vince Carter Resmi Tumbang
-
Bukan Cuma Blok M, Ini Daftar Kawasan TOD Jakarta yang Disiapkan hingga 2029
-
30.000 Warga Cirebon Kekeringan
-
Dinkes Kabupaten Bekasi Siagakan 9 Posko Kesehatan untuk Layani Pemudik Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.