Awal Ramadan, Program MBG di Lombok Tengah Dihentikan Sementara

Kamis, 19 Feb 2026, 09:45 WIB

LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara pada libur sekolah awal Ramadan 1447 hijriah.

"Ketika anak-anak libur sekolah, tidak ada pelayanan program MBG atau dihentikan sementara," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Hilim di Lombok Tengah, Kamis (19/2).

Ket. Foto: Dapur MBG di wilayah Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Kamis (19/2/2026). — Sumber: ANTARA

Ia mengatakan berdasarkan surat edaran dari pemerintah pusat, penghentian sementara pendistribusian program MBG tersebut dilakukan sampai tanggal 23 Februari 2026. Selanjutnya, pada saat anak-anak masuk sekolah, program MBG disalurkan kembali sampai 14 Maret 2026.

"Setelah anak-anak masuk sekolah, pendistribusian MBG kembali dilakukan," katanya.

Ia mengatakan untuk mekanisme penyaluran masih menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan kemungkinan dilakukan penyesuaian untuk menu makanannya.

"Untuk menu makanan disesuaikan agar bisa dimakan saat berbuka puasa," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah mencatat sebanyak 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi hingga Januari 2026 dalam mendukung program MBG.

"Dapur MBG yang telah beroperasi sebanyak 114 titik di 12 kecamatan di Lombok Tengah," kata Ketua Sekretariat Satgas MBG Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan.

Ia mengatakan SPPG di Lombok Tengah yang telah terbangun sebanyak 149 titik, baik yang telah beroperasi maupun yang belum.

"Yang belum beroperasi itu 35 SPPG dan tinggal menunggu anggaran dari BGN," katanya.

Ia mengatakan dari 114 SPPG yang telah beroperasi tersebut, jumlah sasaran mencapai 320.860 orang yang terdiri atas 299.652 pelajar dan 32.142 ibu hamil, balita dan ibu menyusui (B3).

Ia mengatakan jumlah sasaran MBG saat ini tidak hanya pelajar, namun guru atau pegawai di sekolah juga diberikan MBG.

Oleh karena itu, jumlah SPPG di Lombok Tengah kemungkinan bisa bertambah dan saat ini sedang dilakukan proses pemetaan sasaran program MBG tersebut.

"Bisa bertambah, yang jelas saat ini ada 114 SPPG yang beroperasi," katanya.

  • Program MBG

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.