Donal Trump-Mark Carney Kompak Sampaikan Ucapan Sambut Ramadan

Rabu, 18 Feb 2026, 16:14 WIB

HAMILTON - Amerika Serikat dan Kanada, Selasa (17/2), merilis pernyataan menjelang dimulainya bulan suci Ramadan, menyoroti makna keimanan, refleksi, dan pentingnya kebebasan beragama bagi masyarakat di kedua negara.

“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik kepada semua yang merayakan Ramadan,” kata Presiden AS Donald Trump.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Trump menggambarkan Ramadan sebagai “musim khidmat pembaruan spiritual, perenungan, dan penghargaan atas berkah Tuhan,” seraya menambahkan bahwa bulan suci menekankan doa dan puasa, mempererat keluarga dan komunitas, serta menegaskan nilai kasih sayang, amal, dan kerendahan hati.

“Hak yang dianugerahkan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri bangsa kami dan pilar kemakmuran serta kekuatan kami,” katanya, sambil menyampaikan doa bagi kebahagiaan, persatuan, dan perdamaian dunia.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan ucapan serupa.

“Saat matahari terbenam malam ini, umat Muslim di Kanada dan seluruh dunia akan mulai menjalankan ibadah Ramadan,” ujarnya.

Dalam beberapa pekan ke depan, keluarga dan sahabat akan berkumpul di rumah dan masjid untuk berdoa dan merenung. Setelah berpuasa dari fajar hingga senja, mereka berbuka dengan iftar, hidangan malam tradisional, katanya.

Carney menyebut Ramadan sebagai waktu refleksi, rasa syukur, dan perayaan, seraya menyoroti berlanjutnya tindakan Islamofobia di Kanada.

“Memerangi kebencian adalah prioritas utama pemerintah ini, dan Islamofobia tidak memiliki tempat di negara kami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa nilai mendasar sebagai warga Kanada adalah hak setiap orang atas kebebasan, keamanan, dan kesempatan untuk berkembang.

Carney juga mendoakan bulan yang diberkahi dan damai ini, seraya menutup pernyataannya dengan ucapan “Ramadhan Mubarak.”

Sejumlah negara Arab dan Muslim menyambut Ramadan pada Rabu (18/2), sementara lainnya memulai puasa sehari kemudian.

Umat Muslim di Turki, Oman, Singapura, dan Australia akan mulai berpuasa pada Kamis (19/2) setelah otoritas memastikan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi.

Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam.

Sebagian negara mengandalkan rukyatul hilal lokal, sementara lainnya semakin menggunakan perhitungan astronomi, terutama ketika data ilmiah memastikan hilal mustahil terlihat. Ant/Anadolu

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.