BMKG: Waspadai Banjir Rob di Pesisir NTT hingga 20 Februari 2026
Rabu, 18 Feb 2026, 10:02 WIBKUPANG â Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi banjir pesisir (rob) yang melanda sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dapat terjadi hingga Jumat (20/2). Â
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, Rabu (18/2), mengatakan wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, meliputi pesisir Pulau Flores-Alor, Pulau Sumba, Pulau Sabu Raijua, serta Pulau Timor-Rote. Â
âPotensi banjir rob ini dikarenakan adanya fenomena fase bulan baru pada 17 Februari 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,â katanya.
Ia menjelaskan berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang, dan potensi hujan sedang hingga lebat, kondisi tersebut dapat memengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir rob. Â
Masyarakat pesisir, lanjut dia, diimbau waspada terhadap potensi fenomena banjir rob yang diprediksi dapat terjadi hingga 20 Februari 2026.
Ia mengatakan banjir rob dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak yang ada di daerah.Â
âUntuk itu, masyarakat diharapkan selalu waspada dan siap untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut,â katanya.
Selain potensi rob, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai Rabu (18/2) sampai dengan Sabtu (21/2).
Potensi gelombang kategori tinggi (2,5â4 meter) berpeluang terjadi di perairan selatan Sumba dan perairan selatan Timor-Rote.
Sementara itu, gelombang kategori sedang (1,25â2,5 meter) berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah perairan NTT, khususnya di Laut Sawu dan perairan Taman Nasional Komodo.
Adapun pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat menuju barat laut dengan kecepatan berkisar antara 8â38 knot.
Yandri meminta pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, serta masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut untuk untuk selalu memantau informasi cuaca maritim dari BMKG demi meminimalisir risiko.
Berita Terkait:
-
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Petir di Bagian Barat Indonesia pada Minggu
-
Viral di Medsos! Gara-gara Buang Sampah Sembarangan di Labuan Bajo, Turis Australia Tegur Wisatawan Tiongkok
-
Marvel Batalkan Reboot Blade, Kevin Feige Akui Marvel Terlalu Memaksakan Kuantitas daripada Kualitas
-
Partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini Mengalami Peningkatan
-
Dishub DKI Perketat Pengawasan Truk ODOL Usai JPO Tendean Roboh, Jam Operasional Jadi Sorotan
-
Ceko Mulai Garap PLTN Mini demi Amankan Pasokan Listrik
-
Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Temui Prabowo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.