Bapanas Perkuat Stabilisasi Pangan di Kepulauan Seribu lewat FDP
Rabu, 18 Feb 2026, 11:42 WIBJAKARTA â Badan Pangan Nasional memperkuat stabilisasi pangan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, melalui pelaksanaan fasilitasi distribusi pangan (FDP) sehingga masyarakat mengakses pangan yang mudah dan terjangkau menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
"Dengan FDP, dapat menekan harga komoditas cabai rawit di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, yang masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP)," kata Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas, Budi Waryanto, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/2).
Dia menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan di Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, harga cabai rawit merah tercatat berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram, melampaui HAP yang berada pada rentang Rp40.000 sampai Rp57.000 per kilogram.
Sementara itu, komoditas lain seperti bawang putih, daging ayam ras, gula konsumsi, dan Minyakita masih bergerak di sekitar harga eceran tertinggi (HET) atau HAP, meskipun penguatan distribusi tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa Ramadan.
"Langkah intervensi stabilisasi melalui FDP diperlukan guna menekan ongkos logistik pengiriman dari distributor di daratan menuju wilayah kepulauan," ujar dia.
Diketahui, wilayah Kepulauan Seribu, khususnya Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang meliputi Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Panggang dengan jumlah penduduk sekitar 17.817 jiwa atau 61 persen dari total populasi Kepulauan Seribu, memiliki karakteristik ketergantungan distribusi melalui transportasi laut.
Kondisi itu berdampak pada tambahan biaya logistik sekitar Rp10.000 per karung dari daratan Jakarta.
Oleh karena itu, lanjut Budi, pihaknya mendorong FDP guna menekan harga cabai yang mengalami fluktuasi menjelang momentum puasa.
Ia menekankan apabila FDP diterapkan dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, maka penurunan harga dapat terjadi dalam dua tahap, mulai dari sentra pasok hingga sampai ke konsumen di wilayah kepulauan.
Selain itu, dalam jangka menengah, Bapanas juga mendorong penyediaan fasilitas gudang penyimpanan di Kepulauan Seribu dengan dukungan pemerintah daerah.
"Keberadaan gudang ini akan memperkuat buffer stock pangan strategis serta dapat melibatkan Perum Bulog maupun BUMD pangan," tambahnya.
Sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pangan, khususnya menjelang HBKN puasa dan Lebaran, sehingga masyarakat dapat mengakses dengan mudah dan sesuai harga yang ditentukan pemerintah.
Pengawasan dilakukan Tim Satgas Saber Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang dibentuk pada awal Februari 2026 dengan kolaborasi kementerian/lembaga terkait, Satgas Pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Bulog, serta pemerintah daerah.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Buntut Panjang Ketegangan Timur Tengah, Uni Eropa Beri Sanksi Baru untuk Iran
-
Invasi Pasukan Korea Utara di Seoul, Rilis Call of Duty: Modern Warfare 4 Sulut Kontroversi?
-
Menkeu Katakan Belanja Negara Capai Rp1.365,4 Triliun hingga Mei 2026
-
Tim Gabungan Kodaeral IV-Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia
-
Marquez Raih Kemenangan ke-100, Sapu Bersih MotoGP Hungaria
-
Aksi Pemadaman Lampu di Jakarta Tekan Emisi Karbon hingga 60,14 Ton CO2e
-
Mau Liburan Keluarga? Pastikan Dana Darurat dan Biaya Sekolah Sudah Aman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.