Grab Luncurkan Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan, Target Nol Sampah Plastik 2040
Senin, 23 Feb 2026, 18:10 WIBJAKARTAâ Grab Indonesia meluncurkan Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan (Sustainable Packaging Playbook). Petunjuk ini ditujukan bagi Mitra Merchant di layanan GrabFood agar beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan.
Dikembangkan bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Bestari Sustainability, panduan ini merupakan inisiatif yang sejalan dengan peta jalan keberlanjutan pemerintah. Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen Grab untuk mewujudkan target Zero Packaging Waste in Nature atau Nol Sampah Kemasan di Alam pada 2040.
Pertumbuhan pesat layanan pesan-antar makanan dan belanja daring dalam beberapa tahun terakhir turut meningkatkan penggunaan kemasan plastik sekali pakai, yang kini menjadi perhatian serius dalam pengelolaan sampah.
Berdasarkan Analisis Studi Bestari (2025), satu pesanan berpotensi menghasilkan sekitar 50 gram plastik sekali pakai. Jika diakumulasi dari 100 restoran atau toko, jumlah tersebut dapat mencapai sekitar 85 ribu kilogram sampah plastik per tahun.
Sejalan dengan upaya pengurangan sampah plastik dan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, panduan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mitra merchant untuk mengikuti arahan pemerintah yang menargetkan pelarangan total penggunaan plastik sekali pakai seperti styrofoam, kantong plastik, alat makan plastik, kemasan saset, dan sedotan plastik pada 2030 melalui Permen LHK No. 75 Tahun 2019.
Sebagai yang pertama di Indonesia, Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan Grab diperkenalkan dalam acara Teras Perwira, forum kolaboratif Grab yang dirancang sebagai ruang dialog dan pemberdayaan bagi Mitra Merchant.
Selain melibatkan ratusan Mitra Merchant, acara tersebut juga dihadiri mitra penyedia solusi kemasan ramah lingkungan serta perwakilan Direktorat Jenderal Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup RI, di Jakarta (29/01).
Peluncuran buku dan video edukasi panduan ini menandai fase awal implementasi yang berfokus pada sosialisasi dan edukasi, termasuk uji coba penerapan bersama sejumlah Mitra Merchant yang mulai mengeksplorasi penggunaan kemasan berkelanjutan.
Grab menyadari bahwa percepatan adopsi kemasan berkelanjutan memerlukan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan mitra usaha, penyedia solusi kemasan ramah lingkungan, pemerintah, serta komunitas, guna memastikan pengurangan sampah plastik dilakukan secara terukur dan berkelanjutan di industri pesan-antar makanan.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, mengatakan melalui pendekatan ini Grab berkomitmen untuk terus mendorong dan mendampingi Mitra Merchant dalam memahami serta bertransisi ke kemasan yang lebih berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi bersama bagi lingkungan Indonesia.
âFokus utama Grab tetap konsisten: memastikan transisi ini bersifat inklusif, sehingga aspek keberlanjutan tidak hanya menjadi milik bisnis besar, tetapi juga menjadi identitas setiap Mitra Merchant di seluruh Nusantara,â ujarnya dalam siaran pers, pada hari Senin (23/2).
Salah satu Mitra Merchant yang telah merasakan manfaat langsung setelah beralih ke kemasan daur ulang adalah Sinta dari Wing Emperor. Ia menuturkan bahwa sejak mengikuti panduan dari Grab, respons pelanggan sangat positif.
âKini produk kami dikemas dengan material yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi kualitas dan higienitas. Panduan ini membantu kami memilih kemasan yang tepat dan menjalani proses transisi secara bertahap. Kami jadi lebih percaya diri menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan sekaligus ikut berkontribusi mengurangi sampah plastik sekali pakai,â ungkapnya.
Grab juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi melalui inisiatif GrabExpress Recycle. Layanan ini memungkinkan pengguna aplikasi mengirimkan sampah kemasan seperti botol plastik dan kardus bekas ke bank sampah atau lokasi daur ulang terdekat dengan mudah.
Berbagai langkah tersebut menegaskan konsistensi perjalanan Grab menuju target Zero Packaging Waste in Nature melalui pendekatan yang terintegrasi. Ke depan, Grab berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif keberlanjutan secara holistik melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi guna menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
- Ekonomi Sirkular
- Grab Indonesia
- grabfood
- Pengurangan sampah plastik
- Kemasan Ramah Lingkungan
- GrabExpress Recycle
- mitra merchant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Rumah Rendah Emisi yang Ramah Lingkungan
-
Grab Indonesia Rampungkan Penyaluran Bonus Hari Raya 2026 Senilai Rp110 Miliar untuk 400 Ribu Mitra
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Senin (26/1), Galeri 24 dan UBS Stabil setelah Dua Hari Beruntun Naik
-
Penggunaan kemasan daging kurban ramah lingkungan
-
Putra Shah Terakhir Iran Desak AS Segera Bertindak
-
Grab Tutup GVV Batch 8, Lima Startup Hadirkan Solusi Teknologi Berkelanjutan
-
Pelajaran Grooming dari Sebuah Catatan Broken Strings
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.