Imlek Nasional sebagai Akulturasi Budaya di Indonesia
Senin, 16 Feb 2026, 03:17 WIBJAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut perayaan Imlek Nasional sebagai akulturasi budaya di Indonesia yang sangat terbuka dan sudah berjalan cukup panjang.
Pada perayaan Imlek Nasional tahun ini, Menbud Fadli Zon mengungkapkan dirinya turut menjadi salah satu penasihat dalam kepanitiaan acara tersebut. âImlek adalah salah satu perayaan yang merupakan juga peristiwa budaya. Tentu kita senang sekali, ini menggambarkan juga akulturasi budaya kita yang sangat terbuka dan sudah panjang,â kata Menbud Fadli Zon saat ditemui di Jakarta, kemarin.
Menbud Fadli Zon mengatakan perayaan Imlek ini sebagai bagian dari jembatan budaya Indonesia yang turut banyak pengaruh dari beragam budaya dari berbagai negara. Hal tersebut mencerminkan proses akulturasi budaya.
âBegitu banyak pengaruh dari berbagai ragam budaya dari mana-mana, termasuk dari China, dari India, dari Timur Tengah, dari Eropa. Ya ini adalah satu tempat di mana terjadinya pertukaran dan akulturasi budaya itu,â ujar dia.
Sebelumnya, Pemerintah akan menyelenggarakan Imlek Festival secara perdana yang digelar pada 17 Februariâ3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, dengan tagline Harmoni Nusantara.
Mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam inklusivitas, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama, Imlek Festival 2026 akan mencakup Festival Lentera di berbagai kota, festival pasar kuliner yang menyajikan produk makanan akulturasi, seni, dan kreatif, museum terbuka akulturasi budaya Tionghoa, Parade Imlek Nusantara dengan penampilan barongsai.
Puncak perayaan Imlek Festival Nasional yang dikemas sebagai perayaan terbuka dan inklusif bagi masyarakat luas dan menampilkan atlet nasional silat dan wushu.
Selain rangkaian utama di Jakarta, Imlek Festival 2026 juga akan dirayakan melalui aktivasi nasional di berbagai kota di Indonesia antara lain Singkawang, Palembang, Solo, Semarang, Manado, Makassar, serta kota-kota lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bogor, Batam, dan Pontianak, dengan menghadirkan ragam ekspresi budaya Imlek khas daerah dalam semangat Harmoni Nusantara.
Penumpang
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, memprediksi jumlah pergerakan penumpang penerbangan mencapai 1,7 juta selama periode libur Imlek pada 16-17 Februari 2026.
Untuk puncak pergerakan diprediksi terjadi pada Sabtu (14/2) dengan estimasi 1.111 penerbangan dan 171.094 penumpang. Kemudian potensi lonjakan arus balik awal diperkirakan berlangsung pada Selasa (17/2).
Adapun PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 41.460 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) pada H-4 libur Tahun Baru Imlek 2026, meningkat dibandingkan lalu lintas normal harian. Ant/S-2
- perayaan Tahun Baru
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kebakaran Lahan di Jambi Capai 448 Hektare Hingga Agustus 2025
-
Pelajar SMA dari Pulau Terluar di Aceh Menjalani Tes Kemampuan Akademik
-
Timnas Indonesia Gelar Latihan resmi
-
Singkong Amblas, SGC Tebar Jaminan Rp715 Ribu per Ton! Pastikan Petani Tubaba Cuan
-
Deretan Event di Jakarta Pada Pekan Kedua September 2025: Pameran Seni, Street Food, hingga Produk Premium
-
BNPB Imbau Masyarakat Ketahui Potensi Risiko Bencana
-
Respons Kritik Publik, DPRD Jateng Tinjau Ulang Tunjangan Perumahan dan Hapus Kunjungan Luar Negeri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.