• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Rayakan Safer Internet Day...

Rayakan Safer Internet Day, Ini 5 Cara Melindungi Remaja dari Bahaya Dunia Maya

Minggu, 15 Feb 2026, 20:55 WIB

JAKARTA – Safer Internet Day (Hari Internet Aman Sedunia) menjadi momen yang pas untuk mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga para remaja di dunia maya. Kini, orang tua bisa memastikan keamanan remaja di internet tanpa harus memeriksa semua isi chat atau terlibat debat panjang soal screen time.

Di tengah grup chat yang ramai serta cepatnya tren dan kemunculan berbagai aplikasi baru, orang tua tetap bisa suportif tanpa merasa overwhelmed atau kewalahan. Berikut beberapa tips dari Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia, untuk mengatasinya:

Ket. Foto: Ilustrasi remaja mengakses internet didampingi oleh orang tua. Menyambut Safer Internet Day, Meta membagikan panduan bagi orang tua untuk menjaga keamanan remaja di internet. Mulai dari membangun komunikasi dua arah hingga memanfaatkan fitur Akun Remaja dan Mode Tidur otomatis, pastikan anak tetap kreatif dan aman di media sosial. — Sumber: Kaspersky

1. Tetap kepo dengan dunia mereka. Bagi banyak remaja, media sosial jadi tempat mencari hobi, belajar hal baru, dan bergabung dengan komunitas yang mereka sukai. Orang tua mungkin kurang paham dengan kreator favorit atau lelucon (jokes) yang mereka lontarkan, namun Anda bisa mengajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka sukai di dunia maya. Dari situ, mereka biasanya lebih terbuka untuk menceritakan aktivitasnya di internet.

2. Jadikan diskusi sebagai komunikasi dua arah yang hangat. Membangun kepercayaan sama pentingnya dengan mengaktifkan fitur-fitur keamanan di media sosial. Berbicara dari hati ke hati bisa membantu orang tua dan remaja memiliki ekspektasi yang sama.

“Coba tanyakan hal ini ke remaja di keluarga Anda: Apa yang paling mereka suka saat online, apa yang sebaiknya dilakukan jika menerima pesan dari orang asing, dan kapan waktu yang tepat untuk istirahat dari main gadget. Membicarakan topik ini dengan santai bisa berdampak positif dan menjadikan Anda lebih dekat dengan mereka,” kata Berni melalui keterangannya pada hari Kamis (12/2).

3. Pakai fitur perlindungan bawaan yang sudah otomatis aktif. Saat remaja memakai Instagram, Facebook, atau Messenger, akun mereka akan otomatis masuk ke Akun Remaja yang dilengkapi perlindungan dan fitur keamanan penting. Artinya, orang asing tidak bisa mengirimkan pesan ke remaja. Selain itu, hanya teman mereka yang bisa memberikan tag.

“Konten yang tidak sesuai usia juga akan tersaring otomatis. Bahkan, gambar yang mencurigakan di DM bisa otomatis di-blur. Fitur ini berlaku untuk semua remaja di bawah 18 tahun. Dan untuk remaja di bawah usia 16 tahun, mereka perlu izin orang tua untuk mengubah pengaturan ini,” ungkapnya.

4. Berikan screen time yang ideal. Hampir semua orang tua pernah bernegosiasi soal screen time, khususnya di malam hari. Orang tua bisa memanfaatkan fitur bawaan di Meta. Setiap hari, remaja akan mendapat pengingat untuk istirahat setelah bermain di media sosial selama 60 menit.

Setelah itu, Mode Tidur akan aktif otomatis mulai pukul 22.00 sampai 07.00. Fitur ini akan mematikan suara notifikasi serta mengirim balasan otomatis. Jika ingin pengaturan lebih ketat, gunakan fitur pengawasan orang tua.

“Dengan begitu, orang tua bisa mengatur batas waktu harian atau memblokir akses di waktu tertentu, seperti saat remaja sedang mengerjakan PR, makan bersama, atau saat tidur di malam hari,” paparnya.

5. Jaga komunikasi tetap terbuka. Keamanan digital terus berkembang, jadi orang tua perlu mengikuti perkembangan agar bisa berdiskusi dengan remaja. Hal yang dibahas saat mereka berusia 13 tahun belum tentu cukup untuk menjawab kebutuhan mereka di usia 16 tahun.

Dunia mereka berubah cepat, sehingga komunikasi di rumah sebaiknya ikut menyesuaikan. Jika membutuhkan panduan, Family Center Education Hub menyediakan berbagai materi dan referensi dari para ahli.

“Anda pasti bisa! Aktivitas remaja di media sosial kini sudah dilengkapi perlindungan bawaan, mulai dari siapa yang bisa menghubungi mereka, konten yang dilihat, hingga durasi penggunaan internet,” tambahnya.

Untuk remaja di bawah 16 tahun, pengaturan ini tidak bisa diubah tanpa izin orang tua. Selain itu, orang tua bisa mengaktifkan fitur pengawasan agar lebih tenang. Namun, jangan lupa, pengaruh yang paling kuat tetaplah dari orang tua. Terus ajak remaja mengobrol, tetap kepo dengan dunia mereka, dan jadilah orang pertama yang mereka datangi saat ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman di internet.

  • facebook
  • Keamanan Digital
  • Tips Parenting
  • Instagram
  • Meta
  • media sosial
  • Meta Indonesia
  • Safer Internet Day
  • Akun Remaja
  • Screen Time
  • Berni Moestafa

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.