Merasa Lelah Setiap Hari? Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Minggu, 15 Feb 2026, 14:55 WIBBegadang, setiap hari sibuk di tempat kerja, atau kurang tidur dapat membuat Anda kelelahan. Tetapi jika Anda sering terbangun karena kelelahan, sulit terjaga di siang hari, atau terus-menerus bergantung pada kafein, mungkin ada masalah lain.
Kelelahan harian bukan hanya tentang merasa mengantuk, tapi kurangnya energi yang terus-menerus yang tidak membaik meski sudah beristirahat. Meskipun umum terjadi, hal ini tidak boleh diabaikan.
Simak beberapa alasan paling umum mengapa Anda merasa lelah setiap hari, diringkas dari NDTV.
1. Kualitas Tidur yang Buruk
Menurut sebuah studi yang diterbitkan StatPearls Publishing, selama tidur, tubuh melakukan fungsi pemulihan penting, seperti melepaskan hormon pertumbuhan serta memperbaiki dan meregenerasi sel. Akibatnya, kebanyakan orang bangun dari tidur malam yang berkualitas dengan perasaan segar, waspada, dan berenergi.
Anda mungkin tidur tujuh atau delapan jam, tetapi itu tidak selalu berarti tidur yang memulihkan. Sering terbangun di malam hari, sleep apnea, terlalu banyak bermain ponsel sebelum tidur, atau stres dapat mengganggu siklus tidur nyenyak. Tanpa tidur yang memulihkan, tubuh Anda tidak dapat memperbaiki jaringan, mengatur hormon, atau mengisi ulang otak secara efektif.
2. Kekurangan Zat Besi atau Anemia
Sebuah studi dalam jurnal Nutrients menyatakan bahwa kadar zat besi rendah adalah salah satu penyebab medis kelelahan yang paling umum, terutama pada wanita. Zat besi sangat penting untuk memproduksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika kadar zat besi rendah, jaringan dan otot menerima lebih sedikit oksigen, sehingga Anda merasa lemah dan sesak napas. Tanda-tanda lainnya mungkin termasuk kulit pucat, rambut menipis, sakit kepala, atau merasa pusing saat berdiri. Disarankan untuk melakukan tes darah sederhana untuk memeriksa anemia.
3. Ketidakseimbangan Tiroid
Fungsi utama kelenjar tiroid adalah mengontrol metabolisme, yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan energi. Tiroid yang kurang aktif, yang dikenal sebagai hipotiroidisme, memperlambat proses tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, penambahan berat badan, kulit kering, sembelit, dan merasa kedinginan yang tidak biasa.
Karena gejalanya berkembang secara bertahap, banyak orang mengaitkannya dengan penuaan atau stres. Tes darah dapat dengan cepat mengidentifikasi masalah tiroid.
4. Stres Kronis dan Kelelahan
Kelelahan mental bisa sama melelahkannya dengan kelelahan fisik. Ketika Anda berada di bawah tekanan berkepanjangan, tubuh Anda memproduksi kadar kortisol dan adrenalin yang lebih tinggi. Seiring waktu, kondisi kewaspadaan yang konstan ini dapat membuat Anda merasa kehabisan energi. Burnout seringkali muncul sebagai kelelahan emosional, mudah tersinggung, kurang motivasi, dan konsentrasi yang buruk.
Anda mungkin merasa lelah tetapi gelisah, tidak mampu sepenuhnya rileks. Mengenali beban emosional berlebih adalah langkah pertama menuju pemulihan.
5. Dehidrasi
Air sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, dehidrasi ringan dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi. Jika Anda tidak cukup minum cairan, terutama dalam cuaca panas atau setelah berolahraga, volume darah Anda akan sedikit berkurang.
Hal ini memaksa jantung Anda bekerja lebih keras untuk memompa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Cobalah meningkatkan asupan air Anda dan lihat apakah energi Anda membaik.
6. Gizi Buruk
Melewatkan waktu makan atau mengandalkan makanan olahan atau terlalu banyak gula dapat menyebabkan penurunan energi secara tiba-tiba. Tubuh membutuhkan asupan energi terus menerus, yang diperoleh dari pola makan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat.
Gula olahan menyebabkan lonjakan glukosa secara instan yang diikuti oleh penurunan tajam yang sama. Menurut sebuah studi dalam jurnal Nutrients, kadar vitamin B12 dan vitamin D juga terkait dengan kelelahan kronis.
7. Gaya Hidup Kurang Aaktif
Mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi kurang bergerak justru dapat membuat Anda merasa lebih lelah. Aktivitas fisik teratur meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kualitas tidur. Duduk berjam-jam memperlambat metabolisme dan mengurangi aliran oksigen, sehingga menyebabkan rasa lesu. Bahkan berjalan kaki selama 20 menit setiap hari dapat memberikan perbedaan yang nyata.
8. Kondisi Medis
Menurut sebuah studi dalam jurnal Diabetes Therapy, pada penderita diabetes, tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk menggunakan karbohidrat dengan benar sebagai energi. Ketika ini terjadi, tubuh beralih ke pembakaran lemak. Tetapi begitu gula yang tersimpan habis, proses pembuatan energi menjadi kurang efisien. Mesin yang biasanya menghasilkan energi melambat, sehingga tubuh tidak dapat memenuhi kebutuhan energinya yang biasa. Perlambatan ini adalah salah satu alasan mengapa penderita diabetes sering merasa lelah atau lesu.
Jika kelelahan disertai dengan perubahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, nyeri yang terus-menerus, pembengkakan, infeksi yang sering terjadi, atau perubahan suasana hati, penting untuk mencari nasihat medis.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kelelahan berlangsung lebih dari beberapa minggu, mengganggu kehidupan sehari-hari, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, konsultasikan dengan profesional kesehatan. Tes darah dan riwayat kesehatan yang menyeluruh seringkali dapat mengidentifikasi penyebabnya. Penting untuk dicatat bahwa merasa lelah sesekali adalah hal normal. Merasa kelelahan setiap hari bukanlah hal yang normal.
Kelelahan adalah cara tubuh Anda memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Baik itu kurang tidur, nutrisi, manajemen stres, atau masalah kesehatan yang mendasarinya, mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu Anda mendapatkan kembali energi.
Jangan menganggap kelelahan terus menerus sebagai hal yang normal. Dengan dukungan yang tepat dan perubahan gaya hidup, banyak orang mendapati energi mereka meningkat secara signifikan. Tubuh Anda dirancang untuk berfungsi dengan vitalitas, bukan kelelahan permanen.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Liga Champions: Kompany Puji Performa “Istimewa” Neuer Usai Bayern Taklukkan Madrid
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.