Menhub Minta Pemprov Jabar Perketat Pengawasan Mudik
Minggu, 15 Feb 2026, 00:20 WIBSUBANGÂ - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta Pemprov Jawa Barat memperketat pengawasan titik rawan kepadatan dan kecelakaan Lebaran 2026. Hal ini disampaikan langsung Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
âProvinsi Jawa Barat ini memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan angkutan lebaran. Berdasarkan survei nasional, Jawa Barat menjadi salah satu daerah asal pergerakan terbesar sekaligus wilayah lintasan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur,â kata Dudy Purwagandhi kepada wartawan di Subang, Jawa Barat, Sabtu (14/2).
Lebih lanjut, Dudy memprediksikan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Meski angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, Dudy mengingatkan potensi realisasi bisa lebih tinggi.
âRealisasi berbasis Mobile Positioning Data pada Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang, artinya potensi pergerakan 2026 bisa melampaui angka survei. Ini menjadi dasar kita menyiapkan kapasitas maksimal, terutama di wilayah mobilitas tinggi seperti Jawa Barat,â ucap Menhub Dudy.
Selain itu, Menhub Dudy menyoroti dominasi penggunaan mobil pribadi dalam arus mudik. Menhub menyebut 53 persen pemudik memilih mobil pribadi, mayoritas melintasi tol JakartaâCikampek yang rawan kepadatan.
âKarena Jawa Barat merupakan jalur utama, dukungan Pemerintah Provinsi sangat krusial. Khususnya dalam sinkronisasi pengaturan jalur arteri dan pengendalian titik-titik rawan kepadatan,â ucap Menhub menegaskan.
Ia juga meminta Pemprov Jawa Barat untuk mengendalikan pasar tumpah di jalur arteri hingga menata kawasan wisata yang diprediksi padat pasca-Lebaran. Selain lalu lintas, Menhub mengingatkan ancaman cuaca ekstrem dan bencana dapat mengganggu transportasi Jawa Barat.
âKami meminta dukungan penuh mengendalikan pasar tumpah dan memperkuat rekayasa lalu lintas di jalur arteri. Melihat besarnya pergerakan dari dan melalui Jawa Barat, keberhasilan Angkutan Lebaran 2026 sangat ditentukan oleh kerja sama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,â kata Menhub Dudy.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan lelang dini proyek infrastruktur guna mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026. Kesiapan jalan dan penerangan jalan umum (PJU) dinilai krusial untuk menunjang mobilitas masyarakat selama Ramadhan hingga puncak arus mudik.
âMeski kondisi fiskal terbatas, proses pengadaan tidak boleh terhambat demi kelancaran pembangunan infrastruktur strategis daerah. Percepatan lelang dini dilakukan agar proyek jalan dan PJU bisa segera dikerjakan,â kata Dedi Mulyadi. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Jumlah penumpang di Stasiun Malang saat libur Idul Adha
-
Horor Antrean Gilimanuk Memalukan. Mana Persiapan Arus Mudik? Kata Menhub Arus Mudik Berjalan Baik. Sekarang Saja Antrean Masih 9 KM
-
Arus Mudik Melintas di Tol Tangerang-Merak Capai 1,32 Juta Kendaraan
-
Rekayasa Contraflow untuk Mengatasi Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek
-
Juni Ini Pembangunan Sekolah Rakyat Tahan Dua Harus Rampung
-
Pemudik Diimbau Manfaatkan Posko Mudik Bekasi untuk Istirahat
-
Jasamarga: 40.523 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via MBZ pada H-6 Idul Fitri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.