Imlek dan Ramadan, Bupati Karimun sebut Momentum Merasakan Kebaikan untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 15 Feb 2026, 18:23 WIB

BATAM, KEPULAUAN RIAU  - Bupati Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Ing Iskandarsyah menyebut perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 Kongzili yang bersamaan dengan datangnya Ramadan menjadi momentum yang kebaikannya dapat dirasakan seluruh masyarakatnya.

Pemerintah Kabupaten Karimun menyiapkan perayaan Imlek 2026 yang melibatkan banyak pihak, selain dari komunitas masyarakat Tionghoa, bersama organisasi lokal, vihara, serta dukungan dari pemerintah daerah.

Ket. Foto: Ilustrasi orname Imlek di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Kota Batam, Kepri, Jumat (13/2). — Sumber: ANTARA/Laily Rahmawaty

“Di momentum ini hari bersama-sama jalani dengan toleransi dan kekompakan sesuai dengan city branding kami “Karimun Melaju dalam Harmoni’, semoga menjadi momen yang kebaikannya dirasakan oleh semua,” kata Iskandarysah dihubungi di Batam, Sabtu (14/2).

Kabupaten Karimun memiliki populasi masyarakat keturunan Tionghoa sebesar 14,88 persen dari total penduduknya, atau 275.383 jiwa (per semester I 2025).

Menurut dia, perayaan Imlek di Kabupaten Karimun dipersiapkan secara matang meliputi dekorasi lampion di kawasan seperti Meral, dan pusat kota, rangkaian doa bersama, dan penampilan budaya seperti barongsai.

Beragam tradisi masyarakat merayakan Imlek di Karimun, kata dia, seperti di sektor perekonomian adanya sentra kuliner musiman Imlek seperti kue keranjang, manisan dan jeruk Imlek. Kemudian, ekonomi dari lampion dan dekorasi jalan.

“Kalau ini menciptakan ekonomi visual dan kreatif,” ujarnya.

Kemudian UMKM jasa dan hiburan lokal seperti grup barongsai lokal mendapat undangan tampil diberbagai kesempatan.

Untuk pesta kembang api, lanjut dia, sedang berkoordinasi dengan Polres Karimun. Tapi, biasanya beberapa warga juga menyelenggarakan kembang api dan hiburan lain sebagai bagian dari rangkaian acara, meskipun intensitasnya bisa berbeda di setip lokasi.

“Tradisi perayaan Imlek cenderung menggabungkan ritual budaya Tionghoa dengan keterbukaan bagi warga luas, untuk pawai naga masih menunggu update apakah diselenggarakan untuk tidak,” katanya.

“Untuk barongsai sudah konfirmasi dilaksanakan seperti biasa,” sambungnya.

Iskandarsyah berharap Imlek yang berdekatan dengan dengan Ramadan ini selain menjaga kekayaan warisan budaya, juga penguatan kerukunan umat beragama di Kabupaten Karimun.

“Sesuai dengan branding kami “Karimun Melaju dalam Harmoni”, penggerakan ekonomi lokal serta peningkatan pariwisata,” kata Iskandarsyah. Ant

  • Imlek 2026

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.