Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ramadan Makin Dekat, KKP Tingkatkan Pengawasan Produk Perikanan

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 22:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ramadan Makin Dekat, KKP Tingkatkan Pengawasan Produk Perikanan Doc: ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto
Ket. Pekerja memisahkan daging rajungan dari cangkangnya di Kampung Kebon Demang, Kasemen, Kota Serang, Banten, Rabu (14/1/2026).

JAKARTA – Menjelang Ramadan, permintaan ikan dan produk olahan laut biasanya ikut naik—dari pasar tradisional sampai rak supermarket.

Di momen seperti ini, pengawasan mutu jadi makin penting supaya yang sampai ke meja makan benar-benar aman dan layak konsumsi.

Lewat peran aktif Kementerian Kelautan dan Perikanan, kualitas produk perikanan terus dipantau, mulai dari proses penanganan hingga distribusi. Soalnya, bukan cuma soal rasa, tapi juga kesehatan keluarga.

Kalau mutu terjaga, konsumen di Indonesia bisa belanja dengan lebih tenang, nelayan dan pelaku usaha ikut diuntungkan, dan Ramadan pun dijalani tanpa waswas soal keamanan pangan laut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan mutu untuk memastikan kualitas produk perikanan yang beredar di masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran 2026.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan pengawasan dilakukan menyeluruh, mulai dari aktivitas produksi di hulu hingga hilir.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (13/2), Ishartini menyampaikan bahwa jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap provinsi terus melaksanakan penguatan pengawasan jelang Ramadhan dari hulu hingga hilir.

“Pengawasan dilakukan melalui kegiatan surveilan, inspeksi, serta pengujian laboratorium terhadap berbagai parameter keamanan pangan,” kata dia.

Ishartini menjelaskan pengawasan dilaksanakan sejak pertengahan Januari hingga memasuki bulan puasa oleh 46 UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia.

Di hulu, pengawasan meliputi surveilan dan inspeksi CBIB atau Cara Budidaya Ikan yang Baik di tambak maupun kapal perikanan penyuplai rantai pasok domestik dan ekspor.

Sementara di hilir, pengawasan mutu menyasar Unit Pengolahan Ikan (UPI) melalui surveilan dan inspeksi penerapan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) maupun GMP (Good Manufacturing Practices)/SSOP (Sanitation Standard Operating Procedures).

Beberapa UPT yang telah melakukan pengawasan sejak 15 Januari, antara lain Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Bengkulu, Balai PPMHKP Medan II, Stasiun PPMHKP Pontianak, Stasiun PPMHKP Kendari, dan Balai PPMHKP Medan I.

Ishartini menjelaskan bahwa selain inspeksi dan surveilan penerapan standar mutu serta keamanan pangan, pihaknya juga melakukan uji laboratorium untuk mencegah munculnya food borne pathogen.

Pengujian tersebut mencakup E. Coli, salmonela, listeria, serta uji histamin, formalin, logam berat, dan toksin. Seluruh rangkaian pengawasan itu ditujukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.