Pemkab Gunung Mas Anggarkan Rp1 Miliar untuk TMMD Imbangan ke-127 di Kecamatan Tewah

Jumat, 13 Feb 2026, 07:20 WIB

PALANGKARAYA - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar dari APBD 2026 untuk menyukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-127 di Kelurahan Tewah.

Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektoral guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pelosok. Mengusung pendekatan bottom-up planning, program tahun ini tidak hanya fokus pada pembukaan akses jalan, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendasar warga seperti penyediaan air bersih dan perbaikan rumah layak huni.

Ket. Foto: Wabup Gumas Efrensia LP Umbing saat upacara pembukaan TMMD Imbangan ke-127 di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah. — Sumber: ANTARA/HO-TNI.

"Kegiatan TMMD tahun ini sesuai dengan rencana dari TNI, yakni melaksanakan sejumlah kegiatan fisik," kata Wakil Bupati Efrensia LP Umbing di Tewah, Kamis.

Adapun kegiatan fisik yang dimaksud meliputi pembukaan badan jalan, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan sumur bor dan air bersih, perbaikan rumah ibadah, serta pembuatan sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

TMMD telah dilaksanakan di sejumlah desa/kelurahan wilayah Gumas sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2025 TMMD Imbangan ke-125 dilaksanakan di Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan.

Pemkab Gumas menyambut baik kegiatan TMMD, yang dalam pelaksanaannya selama ini sangat membantu dalam mempercepat pembangunan, baik pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik.

Perempuan pertama yang menjadi Wakil Bupati Gumas ini berharap TNI dapat bekerja sama dengan baik dalam membangun daerah, dengan berbagai program yang dapat mendukung pembangunan di kabupaten ini.

"Saya juga mengajak camat, lurah, kepala desa dan seluruh masyarakat Kecamatan Tewah, untuk kita bersama-sama memelihara dan menjaga infrastruktur yang ada, demi menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," kata Efrensia.

Dia menambahkan, program TMMD merupakan bagian dari program operasi bhakti TNI yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pihak terkait dan masyarakat setempat.

"Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah daerah, serta segenap lapisan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan TMMD disusun dengan sistem bottom up planning yakni pendekatan perencanaan yang dimulai dari tingkat terbawah, kemudian naik ke tingkatan yang lebih tinggi.

Efrensia menambahkan, TMMD ini kegiatan yang melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat, yang secara hirarkis diawali dengan musyawarah di tingkat desa hingga tingkat provinsi, untuk kemudian ditetapkan menjadi program TMMD.

Oleh sebab itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan supaya TMMD dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar, yang pada akhirnya akan membawa kemajuan bagi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Dandim 1018/Gunung Mas Letkol Inf Akhmad Rahmatullah menegaskan, TMMD menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"TMMD menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam membangun serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh berbagai aspek sosial dan ekonomi," kata Akhmad Rahmatullah.

  • pemkab gunung mas
  • tni manunggal Membangun desa
  • tmmd ke-127

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.