Kota Medan Cermati Operasi Pasar Murah

Jumat, 13 Feb 2026, 13:00 WIB

MEDAN - Pengawasan pelaksanaan operasi pasar murah dalam menyambut puasa diharapkan dapat dilakukan maksimal. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menginstruksikan, "Tolong pengawasan dalam pelaksanaan dibuat bagus agar berjalan dengan lancar," ujar Rico di Medan, Jumat.

Ia meminta kuota bahan kebutuhan pokok yang disediakan di pasar murah tersebut harus merata sampai waktu yang ditentukan. Selain itu, kata dia, pendistribusian penjualan bahan kebutuhan pokok tersebut harus terukur tepat sasaran yang tidak merugikan berbagai pihak

Ket. Foto: pasr murah — Sumber: ist

"Jangan. sampai dua hari, tiba-tiba barangnya sudah habis, apalagi ada permainan, buat masyarakat mengeluh," kata dia. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajarannya terkhusus kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pengawasan secara optimal

Rico menegaskan dirinya akan memonitoring secara rutin serta meminta laporan setiap minggunya. "Jika ada permasalahan di lapangan, masyarakat juga bisa lapor ke saya. Intinya pasar murah ini kita lakukan secara optimal," sebut dia.

Pemerintah Kota Medan menggelontorkan 430 ton beras dalam operasi pasar murah menyambut perayaan hari besar keagamaan tersebut. Pasar murah tersebut dilaksanakan di 151 titik di 21 kecamatan yang digelar sejak 12 Februari hingga 12 Maret 2026.

Rico mengatakan sebanyak delapan bahan kebutuhan pokok yang disubsidi pemerintah kota setempat pada pasar murah tersebut.

Adapun delapan bahan pokok yang disubsidi yakni beras medium yang di banderol Rp11.500 per kg, gula pasir Rp15.200 per kg, tepung Rp8.600 per kg, telur Rp1.350 per butir, kacang tanah Rp28.000 per kg, minyak makan Rp17.700, mentega Rp6.400 dan sirup Rp18.600 hingga Rp19.000. "Pasar murah kami subsidi besarannya Rp4.170.000.000 miliar," ujarnya.

Sertifikasi UMKM

Di sisi lain, Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, memberikan sertifikasi halal kepada 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) demi meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas pasar produk.

"Label halal bukan hanya kewajiban, tetapi juga daya tarik yang membuka captive market lebih luas," ujar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas usai penyerahan sertifikat halal dan SPP-IRT kepada 100 pelaku UMKM di Medan, Sumut, Jumat.

Ia mengatakan produk bersertifikat halal menjadi penting karena memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh konsumen.

Dengan adanya sertifikasi halal, Rico mengatakan pelaku UMKM dapat meningkatkan produk sehingga menjadi salah satu motor penggerakan ekonomi daerah.

"UMKM saat ini bukan lagi sekadar usaha kecil, melainkan pengusaha mandiri yang berperan penting menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan hidup," kata dia.

Oleh karena itu, ia menegaskan pemerintah kota sempat terus berkomitmen mendukung pelaku UMKM dengan melakukan berbagai upaya.

Rico juga meminta pelaku UMKM untuk manfaatkan teknologi dengan menggunakan media sosial agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Penguatan UMKM tidak cukup bersifat seremonial, melainkan perlu forum diskusi dan rembuk bersama agar pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman, strategi, serta solusi atas tantangan usaha," sebut dia.

Pihaknya juga menegaskan akan memberikan pendampingan, pelatihan, kemudahan perizinan, serta penguatan akses pemasaran untuk mendukung UMKM naik kelas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.