Wamendag: Fesyen Indonesia Diminati Pasar Internasional

Kamis, 12 Feb 2026, 17:40 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyebut produk fesyen Indonesia makin diminati pasar internasional. Roro menegaskan, kualitas kreativitas lokal kini telah berhasil mencapai standar kelas dunia.

Untuk itu, menurutnya pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam memberikan dukungan terhadap industri kreatif tersebut. Peningkatan kualitas produk daerah, lanjutnya, menjadi faktor kunci dalam penguatan ekosistem fesyen nasional saat ini.

Ket. Foto: Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perdagangan

“Produk fesyen lokal di daerah terus menunjukkan peningkatan kualitas. Hal ini sejalan dengan upaya pengembangan ekosistem fesyen nasional,” ujar Wamendag di Jakarta, Rabu (11/2).

Ia memastikan, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk selalu mendorong volume pengiriman produk fesyen ke luar negeri. Roro mengatakan, penguatan diplomasi perdagangan internasional menjadi strategi utama pemerintah dalam memperluas jangkauan pasar global.

Roro menyebutkan, para pelaku usaha nasional dapat memanfaatkan keberadaan kantor perwakilan perdagangan di berbagai negara. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai jembatan untuk mempromosikan merek lokal kepada konsumen mancanegara secara efektif.

“Kami di Kementerian Perdagangan memiliki perwakilan perdagangan di luar negeri. Para pelaku usaha Indonesia, termasuk sektor fesyen, dapat memanfaatkan keberadaan para perwakilan tersebut untuk membantu mempromosikan produknya di negara-negara para perwakilan berada,” kata Roro.

Ajang Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) 2026 mempertemukan puluhan desainer ternama guna membangun kolaborasi strategis hulu hilir. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan kontrak dagang baru yang menguntungkan bagi ekonomi nasional.

Citra Indonesia sebagai pusat fesyen kreatif harus terus diperkuat melalui karakter wastra Nusantara. Segmen modest fashion menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang relevan dengan tren global sekarang.

“Melalui ajang ini, kami berharap lahir kolaborasi dan kontrak dagang baru. Ajang ini juga diharapkan memperkuat citra Indonesia sebagai sumber fesyen kreatif dan berkarakter, termasuk di segmen modest fesyen dan wastra Nusantara,” ucap Roro.

Sementara itu, Pelaku usaha fesyen asal Jawa Tengah Arvisintia menilai kegiatan pameran ini memberikan inspirasi besar. Arvisintia mengatakan bahwa acara tersebut membantu pengusaha daerah dalam memetakan peluang bisnis yang tersedia.

Pengusaha asal Purworejo, Jawa Tengah tersebut berharap agar kegiatan serupa dapat menjangkau wilayah-wilayah lain secara luas. Perluasan lokasi pameran akan memberikan kesempatan bagi merek lokal daerah untuk memamerkan karya terbaik mereka.

“Semoga lebih banyak acara serupa dapat diselenggarakan di berbagai lokasi. Kegiatan tersebut diharapkan menampilkan lebih banyak merek lokal dari berbagai daerah,” ujar Arvisintia. ils/I-1

  • industri fesyen lokal
  • Wamendag Dyah Roro Esti

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.