Von der Leyen: UE Harus Runtuhkan Hambatan untuk jadi Raksasa Global

Kamis, 12 Feb 2026, 02:15 WIB

BRUSSELS - Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) harus meruntuhkan hambatan yang mencegahnya menjadi raksasa ekonomi global sejati. Pernyataan itu dilontarkan Von der Leyen menjelang pembicaraan para pemimpin tentang bagaimana membuat blok 27 negara itu lebih kompetitif.

"Perusahaan-perusahaan kita membutuhkan modal sekarang juga. Jadi mari kita selesaikan tahun ini," kata  Von der Leyen kepada anggota Parlemen Eropa sambil menguraikan langkah-langkah penting untuk menjembatani kesenjangan dengan Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Ket. Foto: Ursula von der Leyen — Sumber: AFP/FREDERICK FLORIN

"Kita harus membuat kemajuan dengan cara apapun untuk meruntuhkan hambatan yang mencegah kita menjadi raksasa global sejati," imbuh dia seraya menyebut sistem saat ini sebagai fragmentasi yang sangat parah.

Menghidupkan kembali perekonomian UE yang lesu menjadi semakin mendesak di tengah guncangan geopolitik, mulai dari ancaman dan tarif Presiden AS, Donald Trump, yang mengacaukan perdagangan global hingga upayanya untuk merebut Greenland dari Denmark.

Salah satu isu utama yang diidentifikasi oleh UE adalah kenyataan bahwa perusahaan-perusahaan Eropa menghadapi kesulitan mengakses modal untuk mengembangkan usaha mereka, tidak seperti perusahaan-perusahaan di AS.

Untuk mengatasi hal ini, Rencana A adalah untuk maju bersama sebagai 27 negara, kata Von der Leyen, tetapi jika mereka tidak dapat mencapai kesepakatan, UE harus mempertimbangkan kerja sama yang lebih erat antara negara-negara yang menginginkannya.

Von der Leyen juga mengatakan Eropa harus meningkatkan daya saingnya dengan meningkatkan produksi di benua itu dan dengan memperluas jaringan mitra terpercaya, menekankan pentingnya penandatanganan perjanjian perdagangan.

Salah satu usulan terbesar dan paling banyak diperdebatkan untuk meningkatkan perekonomian UE adalah dengan memprioritaskan perusahaan-perusahaan Eropa daripada pesaing asing di bidang-bidang strategis, yang didukung oleh Von der Leyen.

"Di sektor-sektor strategis, preferensi Eropa adalah instrumen yang diperlukan yang akan berkontribusi untuk memperkuat basis produksi Eropa sendiri," kata dia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.