Padi Organik Varietas PS-08 Digeber di Banten, Harapan Baru Produktivitas Petani

Kamis, 12 Feb 2026, 20:55 WIB

SERANG – Inovasi padi organik menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pangan sehat.

Selain menekan ketergantungan pada pupuk kimia, praktik ini berpotensi meningkatkan kualitas tanah dan keberlanjutan produksi jangka panjang.

Ket. Foto: Pengembangan padi organik varietas PS-08 hasil persilangan sejumlah galur unggulan di lahan seluas 753 hektare di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov Banten

Jika didukung riset, pendampingan petani, dan akses pasar yang jelas, padi organik tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka nilai tambah ekonomi bagi petani melalui segmen pasar premium.

Padi organik varietas PS-08 hasil persilangan sejumlah galur unggulan berhasil dikembangkan di Provinsi Banten dan dipanen perdana di lahan seluas 753 hektare di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid dalam keterangannya di Kota Serang, Kamis (12/2), mengatakan varietas tersebut merupakan padi organik yang masuk kategori bibit unggul dan baru pertama kali ditanam sebagai percontohan di Banten.

Ia menjelaskan, varietas PS-08 dikembangkan oleh Yayasan Bhakti Bela Negara dan ke depan ditargetkan menjadi salah satu varietas unggulan nasional.

"Hasil pembicaraan antara Dinas Pertanian Provinsi Banten dengan Yayasan Bakti Bela Negara, jenis ini akan dikembangkan lebih luas. Tapi secara teknis juga, akan segera didaftarkan galur varietas PS-08 untuk diproses menjadi sertifikasi benih unggul nasional," ujar Agus.

Menurut Agus, pengembangan PS-08 menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Banten sebagai salah satu lumbung padi nasional, seiring dukungan pemerintah pusat terhadap perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas.

Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Adjie mengatakan pihaknya memilih Banten sebagai lokasi pengembangan karena ketersediaan lahan pertanian yang masih potensial, di tengah alih fungsi lahan di sejumlah daerah lain.

Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Pandeglang siap menyediakan lahan hingga 50.000 hektare untuk dikerjasamakan secara bertahap, dengan tahap awal seluas 3.000 hektare. Saat ini, penanaman perdana telah dilakukan di lahan753 hektare.

“Keunggulan padi varietas PS-08 ini tahan cuaca, tahan hama dan produksi per hektarnya bisa lebih dari 10 ton,” ungkapnya.

Untuk menjamin keberlanjutan program, yayasan juga menyiapkan jaringan konsumen tetap agar hasil panen petani cepat terserap pasar. "Karena petani menginginkan agar hasil panen cepat terserap," paparnya.

Pengembangan PS-08 diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat sistem pertanian organik berkelanjutan dan ketahanan pangan daerah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.