Pertamina Halau Tongkang Hanyut, Hindari Insiden Laut
Selasa, 10 Feb 2026, 09:30 WIBJAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menghalau tongkang Karunia Samudera 1 yang terbawa arus dan melindungi Anjungan Lepas Pantai EH, fasilitas tanpa awak PHE ONWJ yang sedang berproduksi.
âBekerja di laut mengajarkan kami untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi sekecil apapun,â ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2).
Muzwir menyampaikan pada akhir Januari lalu, Tongkang Karunia Samudera 1 yang ditarik kapal Citeureup-1 mengalami mati mesin dan kehabisan bahan bakar.
Terbawa arus laut, tongkang tersebut bergerak memasuki zona terbatas, berjarak sekitar 80 meter dari Anjungan Lepas Pantai EH, fasilitas tanpa awak PHE ONWJ yang tengah berproduksi.
âMalam itu (22/1), saat radar mendeteksi pergerakan tongkang yang mendekati area produksi karena terbawa arus, prioritas kami adalah memastikan koeksistensi yang aman antara fasilitas negara dan lalu lintas laut. Kami harus bertindak presisi agar kedua aset ini tetap utuh," kata Muzwir.
Ia menjelaskan tim di lapangan mengarahkan TB Sejahtera untuk melakukan pendampingan dan pengarahan jalur (towing).
Langkah ini diambil untuk memastikan tongkang tersebut tidak menyentuh fasilitas produksi di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
âKami memastikan aktivitas hulu migas berjalan selaras dengan lingkungan sekitarnya. Jika terjadi insiden, dampaknya bukan hanya pada produksi, tapi juga ekosistem laut yang harus kita jaga bersama," kata Muzwir.
Kurang lebih sepekan setelah kejadian tersebut, Kapal Patroli KM Celurit 203 yang membawa 15 personel mengalami mati mesin total di antara area Anjungan Bravo dan Anjungan Echo.
Kapal TB Sejahtera dan MV Grosbeak yang bersiaga di lokasi segera merapat untuk memberikan bantuan.
Muzwir menegaskan bahwa operasi ini adalah cerminan sinergi antarlembaga negara dalam menjaga kedaulatan maritim.
Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam satu pekan itu menjadi catatan penting bagi PHE ONWJ.
Menurut Muzwir, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan merespons situasi darurat adalah kompetensi mutlak bagi perusahaan energi modern.
"Kami terus berupaya menyelaraskan operasi kami dengan kondisi alam, memastikan keselamatan setiap jiwa di perairan ini, dan menjaga agar energi untuk negeri tetap mengalir tanpa henti," kata dia.
- Pertamina
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Suasana Kepulangan satgas Pamtas RI-Papua Nugini
-
IHSG Hari Ini Hijau Terang! Saham Energi Picu Lonjakan di Penutupan Perdagangan
-
Gempa Bumi Guncang NTT, Pemprov Tetapkan Tanggap Darurat hingga 28 Agustus 2026.
-
Reaksi Awal 'The Odyssey' Karya Christopher Nolan Banjir Pujian
-
Militer AS Mulai Lancarkan Lebih Banyak Serangan Udara ke Iran
-
Polisi Tetapkan 13 Orang Pengelola Daycare Little Aresha Yogya Jadi Tersangka Kekerasan Anak
-
Saadiah Uluputty Apresiasi Semangat Pelajar Kepulauan Aru Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI, Layak Jadi Teladan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.