Peningkatan IKK Tidak Otomatis Gambarkan Belanja Masyarakat Menguat

Selasa, 10 Feb 2026, 01:15 WIB

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut hasil survei keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi mengalami peningkatan pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang berada pada level optimis atau indeks lebih dari 100, yakni sebesar 127,0 lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 123,5.

Direktur Eksekutif​ Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2) menyebutkan meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6.

Ket. Foto: Bank Indonesia (BI) menyebut hasil survei keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi mengalami peningkatan pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. — Sumber: istimewa

Pada IKE atau persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, BI mencatat bahwa kenaikan berasal dari seluruh komponen pembentuknya. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) tercatat masing-masing sebesar 123,7, 109,9, dan 111,8, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 120,2, 106,5, dan 107,6.

Sedangkan, pada IEK atau ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan, kenaikannya bersumber dari peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) yang tercatat masing-masing sebesar 146,0 dan 135,3, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 140,8 dan 130,8.

Adapun Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) tercatat stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 135,1.

Pada Januari 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,3 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 74,3 persen. Sementara proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 11,2 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen.

Di sisi lain, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 16,5 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 14,9 persen.

Menanggapi hasl survei BI itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan peningkatan berbagai indeks itu menjadi kabar yang menggembirakan. Dari sisi even yang akan terjadi ada dua yaitu, biasanya pada bulan Januari dan Februari terjadi kenaikan gaji mengikuti kenaikan inflasi. Kedua, bulan Februari dan Maret akan terjadi puasa dan lebaran di mana akan dibagikan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Kedua hal ini paling tidak meninggalkan indeks ekspektasi konsumen. Namun demikian biasanya juga akan diikuti peningkatan inflasi,” kata Suhartoko.

Hal yang harus menjadi pertanyaan adalah apakah peningkatan indeks tersebut berkelanjutan. Agar trennya semakin membaik, pemerintah perlu menjaga kredibilitasnya untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti mengatakan, indeks keyakinan konsumen meningkat karena beberapa hal, pertama, awal tahun, semangat tahun baru, semangat baru dan optimisme. Kedua, ⁠ada beberapa event besar terdekat yaitu imlek dan ramadhan serta Lebaran dan tentu ⁠tahun anggaran baru.

Namun yang perlu dicermati adalah keyakinan konsumen harus didorong dengan kebijakan-kebijakan yang punya dampak luas ke masyarakat. “Bukan sekadar retorika yang tidak bisa tercapai,” tegas Esther.

Ekspektasi Musiman

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Achmad Maruf, menilai lonjakan IKK pada Januari 2026 perlu dibaca secara lebih hati-hati dan tidak bisa langsung disimpulkan sebagai cerminan membaiknya kondisi ekonomi riil. Menurutnya, kenaikan indeks di awal tahun merupakan pola berulang yang kerap terjadi dan lebih mencerminkan ekspektasi musiman ketimbang perubahan fundamental ekonomi.

Pada awal tahun, terutama menjelang Ramadan, optimisme konsumen umumnya meningkat karena adanya harapan kenaikan konsumsi kebutuhan primer dan sekunder. Namun, Achmad menegaskan bahwa sentimen tersebut belum tentu sejalan dengan daya beli aktual masyarakat. “Optimisme survei tidak otomatis berarti kemampuan belanja masyarakat benar-benar menguat,” ujarnya.

Jika keyakinan konsumen memang sekuat yang tergambar dalam survei BI, maka seharusnya tercermin pula pada indikator ekonomi riil. Faktanya, sejumlah data seperti penjualan kendaraan bermotor, konsumsi barang tahan lama, hingga performa beberapa sektor ritel justru masih menunjukkan pelemahan.

Hal itu menunjukkan adanya jarak antara persepsi dan kondisi ekonomi yang sesungguhnya. Maruf pun menilai IKK BI cenderung menangkap dimensi psikologis konsumen, apa yang diharapkan, bukan apa yang benar-benar terjadi di lapangan.

Dalam situasi ekonomi yang masih penuh tekanan, terutama di sektor ketenagakerjaan, optimisme berbasis ekspektasi berisiko rapuh jika tidak ditopang oleh perbaikan struktural.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.